Pertahun, 200 WNI Bisa Magang di Australia 

share on:
Foto: REUTERS/David Gray


UPDATE.JAKARTA,- Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan, Ni Made Ayu Marthini mengatakan, ada 200 WNI yang bisa magang ke Australia setiap tahunnya.

 

Ini menyusul disepakatinya negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau antara Pemerintah Indonesia dengan Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

 

"Ada kesempatan bagi 200 WNI per tahun magang ke Australia melalui program Vocational, Education and Training (VET) di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)." ujar Made dalam media briefing IA-CEPA di Kemendag Jakarta Jumat (7/9/2018).

 

Ni Made Ayu Marthini menegaskan bahwa kunci dari perjanjian ini terletak pada pengembangan kapasitas SDM Indonesia.Kerjasama ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan keterampilan tenaga kerja Indonesia.



"Kita juga ingin menjadi powerhouse. Artinya kita berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas produk industri dan pertanian serta meningkatkan ekspor ke pasar negara ketiga. Serta meningkatkan kompetitif bidang tenaga kerja yang berdaya saing,” pungkasnya.

 

Sementara Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), menyatakan bahwa IA-CEPA tidak hanya fokus pada perdagangan barang, tapi juga sektor jasa, investasi dan kerja sama. Ia memperkirakan pada bulan November perjanjian tersebut rampung.

 

"Masih ada waktu dua bulan lagi sampai penandatanganan perjanjian itu tapi dari sekarang kita mulai sosialisasi" pungkasnya.

 

Berdasarkan Fact Sheet IA-CEPA Kemendag, manfaat IA-CEPA bagi pengembangan kapasitas SDM, khususnya bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), antara lain:

 

Pertama Work and Holiday Visa, kuota sebanyak 4100 orang dengan kenaikan kuota 5% per tahun sampai dengan 5000 orang. Kedua Pertukaran tenaga kerja antar perusahaan Indonesia dengan Australia dalam rangka transfer of knowledge.

 

Ketiga Investasi dan kerja sama pendidikan tinggi dan vokasional, meliputi program magang bagi 200 WNI per tahun untuk 9 sektor tenaga kerja profesional seperti pendidikan, pariwisata, telekomunikasi, infrastruktur, kesehatan, energi, pertambangan, sektor keuangan.

 

Keempat teknologi informasi & komunikasi (ICT) di bawah program pelatihan dan pendidikan vokasi (VET) Mutual Recognition Agreement (MRA) bagi tenaga kerja Indonesia, dimulai dari profesi engineering sehingga standar dan kompetensi TKI meningkat menjadi taraf internasional, serta meningkatkan daya saing dan akses pasar bagi middle dan high-skilled worker Indonesia. (*)

Sumber : Kontan


share on: