400 Gram Sabu Asal Bulungan Gagal Edar

share on:
Bandar Narkoba Berinisial P (32) Beserta Barang Bukti Digelandang ke Polres Bontang, Selasa (7/8)

Bontang,- Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Bontang meringkus seorang pemakai sekaligus bandar narkoba di Jalan Patimura Gang Atletik 16, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Selasa (7/8), sekitar pukul 07.00 WITA. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 400,23 gram.


Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti melalui Kasat Reskoba, AKP Ngura Suarka menuturkan, penangkapan terhadap pria berinisial P (32) tersebut berwal dari laporan masyarakat. 


Warga yang menetap di Jalan Belanak, RT 21, Kelurahan Tanjung Laut Indah itu sebelumnya diketahui berangkat dari Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan menggunakan mobil travel menuju Bontang pada 6 Agustus Senin lusa, sekira pukul 14.00 WITA.


Dalam perjalanannya tersangka tiga kali berganti mobil, yakni dari Bulungan menuju Berau, Berau-Bengalon, dan Bengalon-Bontang. Polisi telah lama menantikan sang bandar langsung melakukan pengintaian di dua titik, yakni di Tugu selamat datang Bontang dan simpang tiga gunung Kusnodo, Kelurahan Loktuan.


Tak berselang lama, ciri-ciri mobil yang disebutkan warga akhirnya muncul juga disimpang tiga gunung Kusnodo. Aparat kepolisian lalu dibuntuti mobil tersebut menuju Gang Atletik 16.Namun sebelum sampai ke tempat tujuan, Mobil yang ditumpangi P langsung dihadang dan dilakukan penggeledahan.


"Setelah dilakukan penggeledahan badan, petugas menemukan 8 bal bungkus klip plastik berisi Narkotika jenis sabu seberat  400,23 gram," ujarnya.


Dikatakan Ngura Suarka, dari 8 bal klip plastik berisi narkoba yang disita, 7 bungkus plastik klip terbungkus rapi dengan tas kresek warna hitam didapati dibawaj jok mobil dekat kaki tersangka, sedangkan sebungkus klip plastik narkoba lainnya ditemukan pada kantong celana bagian kanan tersangka.


Dari hasil keterangan P kepada polisi, barang haram seberat 400.23 gram itu diperoleh dari rekannya di Pelabuhan Bulungan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara dengan sistem perjanjian utang piutang.


"P mengaku akan membayar rekannya setelah barang laku. Total yang harus dilunasi P keoada rekannya yakni sebesar 240 juta rupiah sesuai total harga keseluruhan paket yang diedarkan," lanjutnya.


"Jadi, kalau misalnya P menjualnya 1 juta rupiah per gramnya, makan P akan memperoleh keuntungan sebesar 160 juta rupiah, dari 400 juta hasil penjualan nya," ujarnya.


Polisi menduga P sebagai pemain lama lantaran telah mendapatkan kepercayaan dari rekannya untuk memasarkan barang terlarang tersebut, apalagi dengan sistem utang yang tidak sedikit. "Sebelumnya, sekitar satu bulan lalu, P mengaku telah memasukkan narkoba di Kota Bontang seberat 150 gram dari tangan yang sama," terangnnya.


Kini tersangka sedang ditangani unit Satreskoba Polres Bontang berikut barang bukti untuk pengembangan kasus. Adapun barang bukti lain milik tersangka yang diamankan Polisi, antara lain satu buah plastik kresek warna hitam, satu lembar celana Jeans warna biru, satu unit Handphone (Hp) merk OPPO warna hitam, dan satu unit Hp merk Samsung lipat warna hitam.


"Tersangka akan dijerat pasal berlapis yakni pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," tambah Kasubag Humas Polres Bontang, IPTU Suyono.

Reporter - Sena


share on: