Adat Besar Kutim  Gelar Ritual Sakral Jamu Benua

share on:
Tradisi ritual menjamu benua di Patung Burung Selamat Datang Kutim

UPDATE,KUTIM,- Lembaga Adat Besar Kutai Timur (Kutim) pagi tadi melaksanakan ritual menjamu benua dalam menyambut pesta adat Erau Pelas Tanah Jilid III, yang akan dibuka pada Senin (22/10) esok.


Kepala Lembaga Adat Besar Kutai, Sayyid Abdal Nanang Al-Hasani menyebutkan ritual menjamu benua bermakna meminta izin kepada alam gaib yang mendiami wilayah Kutim. Sekaligus memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar seluruh aktivitas masyarakat Kutim berjalan lancar.


“Tujuan dari ritual ini untuk memberitahukan atau meminta izin kepada gaib bahwa Erau akan segera dilaksanakan, sekaligus memohon doa agar aktivitas masyarakat Kutim berjalan lancar,” ujarnya.


Ritual sakral diawali dengan pemotongan seekor sapi jantan berwarna kuning. Selanjutnya kepala sapi yang telah dipotong kemudian ditanam di kawasan acara Pelas Tanah dilaksanakan, yakni di lapangan STQ, Sangatta Utara.


Ritual berikutnya yaitu para rombongan yang dipimpin oleh pemangku adat setempat menuju empat penjuru untuk menabur darah dari sapi dan beras kuning. Keempat penjuru tersebut diawali di Lapangan STG, Kantor KPC, Kantor Bupati, dan terakhir Patung burung, maskot selamat datang Kutim.


“Empat penjuru melambangkan unsur tanah, air, api, dan angin,” kata Daud dukun adat setempat (*)

Wartawan : Sena


share on: