Bapenda Kutim Raih Plakat Muri

share on:
Suasana Bayar Pajak Massal di Gedung Serba Guna Ruang Akasia, Bukit Pelangi, Kutai Timur

UPDATE.KUTAI TIMUR- Kabupaten Kutai Timur menjadi daerah pertama yang melakukan bayar pajak massal, Rabu (10/10) pagi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Musyaffa menargetkan 200 milyar dari kegiatan massal, hasil kerja sama antara Bapenda yang bekerja sama dengan KP2KP.

“Target kita hari ini (Selasa red) untuk wilayah Sangatta 10 ribu wajib pajak, dan tadi malam yang sudah masuk keserver kami sudah 8 ribu,” tandas Musyaffa dalam sabutannya.

Lanjut dia, Ini adalah yang pertama kali di Indonesia, kalaupun nanti didaerah lain ada juga berati itu yang berikutnya, kami besinergi dengan seluruh layanan Bank,

Disamping itu Musyaffa juga mengapresiasi masyarakat Kutim yang taat pajak dan hadir langsung membayar pajak pada acara yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Ruang Akasia, Bukit Pelangi.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih pada pelaku wajib pajak yang mau hadir kesini untuk melakukan bayar pajak massal,” pungkasnya.

 

Musyaffa menyebutkan sejatinya kegiatan bayar pajak massal berlangsung sejak pukul 08:00 wita hingga pukul 15:00 wita. Dan pada malam hari Bapenda bersama stakeholder yang terlibat akan menghimpun jumlahnya untuk selanjutnya dilaporkan pada 12 Oktober mendatang.

"Nanti malam (Selasa malam) seluruh data akan dihimpun, berapa total yang bayar pajak dan jumlah pelaku taat pajak, kemudian pada tanggal 12 Oktober plakat Muri itu akan dipersembahkan untuk Kutim, sebagai hadiah Hut Kutim yang ke 19,” tambahnya.

Sementara Bupati Kutai Timur Ismunandar mengaku merasa bangga atas partisipasi warga Kutim yang hadir memeriahkan acara tersebut. Ia berharap kegiatan terebut menjadi wadah bagi warganya supaya taat pajak.

"Saya merasa sangat bangga atas partisipasi warga Kutim yang taat pajak, semoga kedepannya Kutim tidak lagi bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH)", ujar Ismunandar didampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang dan Sekda Irawansyah.

Untuk diketahui, pada kegiatan bayar pajak massal ini terdapat tiga (3) jenis pajak, diantaranya Pajak Pusat-PPN dan PPh, Pajak Provinsi- pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air dan permukaan.

terakhir Pajak Kabupaten Kota- pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan perdsaan perkotaan, pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Wartawan : Fitriani Yusuf


share on: