Baru 9 Pasangan Gubernur Terpilih  Dilantik, Sisanya Disesuaikan

share on:

UPDATE.JAKARTA,- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melantik sembilan pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih dari sembilan Provinsi di Istana Negara, Rabu (5/9/2018).

 

Mereka di antaranya pasangan Nurdin Abdullah dan Sudirman Sulaiman untuk gubernur terpilih Provinsi Sulawesi Selatan.  Keduanya merupakan pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih di Pilkada Sulsel 2018.
 

Pasangan mantan bupati Bantaeng dua periode (periode 2008-2013 dan 2013-2018) menang dengan 1.867.303 suara dari Nurdin Halid dan Aziz Qahar Mudzakkar dengan 1.162.751 suara, Agus dan Tanribali 419.055 suara, dan pasangan Ichsan dan Andi Mudzakar 807.330 suara.
 

Kemudian gubernur dan wakil gubernur terpilih Kalimantan Barat Sutarmidji-Ria Norsan. Dari Papua Lukas Enembe-Klemen Tinal, Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen, Bali I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana, dan Sumatera Utara Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.
 

Selain itu, ada juga pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih Sulawesi Tenggara Ali Mazi-Lukman Abunawas, Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi. Dan terakhir Ganjar Pranowo dan wakilnya Taj Yasin Maimoen untuk Provinsi Jawa Tengah.
 

Ganjar dan Taj Yasin Maimoen menang dengan 10.362.694 suara atau 58,78 persen dari pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dengan 7.267.993 atau 41,22 persen. Ganjar kembali terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 setelah sebelumnya dijabat pada periode 2013-2018.

 

Dikutip dari berbagai sumber, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan, Presiden bisa melantik sembilan gubernur dan wakil gubernur terpilih lantaran masa jabatan gubernur sebelumnya telah habis. Atas dasar alasan itu pelantikan gubernur dan wakil gubernur hasil pilkada serentak 2018 akan dibagi menjadi empat atau lima tahap.

 

“Berdasarkan Undang-Undang masa jabatan kepala daerah adalah lima tahun. Tidak bisa ditambah atau dikurangi satu hari,” kata Menteri Kumolo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

 

Sedangkan pelantikan tahap kedua akan dilakukan antara 17 sampai 27 September 2018. Jokowi akan melantik gubernur dan wakil gubernur provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Untuk tahapan ketiga dan selanjutnya akan digelar tahun depan. Gubernur Lampung akan dilakukan Juni 2019 setelah selesai pilpres.
 

“Intinya adalah keserentakannya tidak bisa langsung bersamaan karena Undang-Undang bahwa jabatan itu lima tahun tidak boleh dikurangi dan ditambahkan," turur Tjahjo Kumolo. (*)

Sena


share on: