Berkat TMMD, Hidup Warga lebih Nyaman

share on:
Keluarganya Yuni Terlihat Asyik Mengabadikan Momen TMMD Sambil Berfoto Selfie ditemngah Kesibukan TNI Mengerjakan Turap Sungai di RT 27, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (10/7)

BONTANG,- Hadirnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 di Kota Bontang membuat masyarakat yang tinggal di bibir Sungai RT 27, Keluraham Api-Api, Kecamatan Bontang Utara sedikit bernapas legah.


Betapa tidak, selain dijauhkan dari bencana banjir,  warga juga merasa aman dari acaman buaya yang kerap muncul dan berjemur di bantaran sungai.


Mulyanto (48) misalnya, pria asli Malang, Jawa Timur ini mengaku bersyukur dengan dibangunnya siring atau turap sungai yang saat ini sedang dikerjakan melalui program TMMD.


"Yang pasti sagat senang, karena dengan adanya pembangunan siring atau turap sungai ini kami bisa terhindar dari banjir dan longsor," tutur pemilik Servis Alat Pendingin ini saat ditemui dikediamannya, Rabu (11/7) siang.


Tak sampai disitu, sangking senangnya dengan kehadiran program TNI itu, Mulyanto beserta keluarganya bahkan mengaku rela membongkar sebagian rumahnya yang melintang diatas sungai, demi terlaksananya penurapan sungai.


"Yang di bongkar panjangnya sekitar 5 meter. Karena saya tidak mampu membongkarnya sendiri maka saya keluarkan uang 2 juta untuk menyewa orang," kata pria yang mengaku sudah 30 tahun tinggal di pinggir sungai tersebut.


Sementara istri Mulyanto, yakni Yuni (47) mengaku telah lama menantikan penurapan sungai itu. Ia mengaku kerap mengusulkannya setiap pemilihan kepala daerah atau legislatif tiba masanya namun tak kunjung terealisasi.


"Kita selalu mengusulkan setiap ada caleg yang datang namun baru TMMD yang bisa melaksanakannya," ucapnya.


Disinggung soal adanya buaya yang kerap muncul disekitar sungai sekitar rumahnya, Yuni membenarkan hal itu.


Yuni tiba-tiba sintak bergegas masuk kedalam ruma mengambil handphonenya, lalu memperlihatkan rekaman video saat sesi wawancara sedang berlangsung.


Benar saja, dalam video tersebut terlihat seekor buaya berukuran besar sedang berjemur dengan mulut terbuka.


"Munculnya saat banjir sudah surut atau ada warga habis membuang sisa makanan kesungai. Munculnya kadang satu kadang juga dengan beberpa anaknya," tegas Yuni.


Meski buaya tersebut diakuinya tidak mengganggu warga, namun Yuni dan warga sekitar mengaku resah. "tapi dengan adanya turap yang sedang dibangun ya sedikit merasa amanlah," kata Yuni sambil terkekeh.


Menurut informasi, panjang turap yang dibangun Kodim 0908 Bontang melalui progra TMMD 102 di RT 27 sekitar 135 Meter dengan ketinggian rata-rata 3,5 cm.

 

Perlu diketahui, selain penurapan sungai dikawasan itu. Satgas TMMD juga tengah membangun penuraan Masjid Nurul Jariyah di Jalan Kapal Penisi, RT 48, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara. Serta pemasangan paving block di Gereja Kemah Injil Indonesia Haleluya (KIIH) di Kelurahan Telihan, Bontang Barat.

 

Sedangkan pembangunan non fisik meliputi tujuh aspek, diantaranya sosialisasi wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, sosialisasi kerukunan hidup beragama, sosialisasi bahaya laten komunis (balatkom) dan radikalisme.


Berikutnya, penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan hukum dan kamtibmas, serta bahaya bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Adapun batas waktu pengerjaan diperkirakan rampung 8 Agustus 2018 mendatang.


"Tujuannyan ialah membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu, juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat," terang Dandim 0908 Bontang, Letkol Arh Gunawan Wibisono. (*)

Reporter - Sena


share on: