BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa 6,9 SR Guncang Banten

share on:
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

Update.Jakarta- Gempa bumi bermagnitudo 7,4 SR kembali mengguncang sejumlah wilayah Indonesia, Jumat ((2/8) malam. Data awal yang dirilis BMKG, gempa terjadi pada pukul 19.03 WIB. Pusat gempa berada di 7.54 LS, 104.58 BT, atau 147 kilometer Barat Daya Sumur-Banten, dengan kedalaman 10 kilometer. 

Selang dua jam kemudian, setelah BMKG melakukan sejumlah pemutakhiran data, kekuatan gempa direvisi menjadi 6,9 SR. Episenter lindu gempa terletak pada koordinat 7,32 LS dan 104,75 BT. Tepatnya, berlokasi di laut pada jarak 164 km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang dengan kedalaman 48 km.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo awal M 7,4 selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo M 6,9 dengan kedalaman 48 km," demikian pernyataan resmi yang disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (2/8).

Guncangan gempa ini dirasakan di Lebak dan Pandeglang IV-V MMI; Jakarta III-IV MMI; Bandung, Serang, Bekasi, Tangerang, Bandar Lampung, Purwakarta, Bantul, Kebumen, II-III MMI; Nganjuk, Malang, Kuta, Denpasar, II MMI.

BMKG juga mengakhiri status level SIAGA peringatan dini Tsunami yang meliputi wilayah Pandeglang bagian selatan (Banten), Pandeglang Pulau Panaitan (Banten), Lampung-Barat Pesisir-Selatan (Lampung).

Begitupun level WASPADA untuk wilayah Pandeglang bagian Utara (Banten), Lebak (Banten), Tanggamus Pulau Tabuan (Lampung), Sukabumi Ujung-Genteng (Jabar), Tanggamus Bagian Timur (Lampung), Lampung-Selatan Kepulauan Krakatau (Lampung), Lampung-Selatan Kepulauan Legundi (Lampung).

Selanjutnya Lampung Barat Pesisir-Tengah (Lampung), Lampung-Barat Pesisir-Utara (Lampung), Bengkulu-Utara Pulau Enggano (Bengkulu), Kaur (Bengkulu), Lampung-Selatan Kep. Sebuku (Lampung), Bengkulu-Selatan (Bengkulu), Serang Bagian Barat (Banten), Seluma (Bengkulu).

“Peringatan dini tsunami telah diakhiri, namun bukan dicabut,” tegas Dwikorita Karnawati.

Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan jenis gempa ini adalah gempa tektonik di Samudera Hindia Selatan Selat Sunda. Lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia.  

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dipicu penyesaran oblique yaitu kombinasi gerakan mendatar dan naik atau thrust fault," terang Daryono. (***/Rus).
 

Sumber : Kompas TV


share on: