Cegah Difteri, 62 Ribu Pelajar Bontang Divaksin

share on:

Bontang,Kaltim - Vaksinasi penyakit Difteri jadi fokus utama Pemerintah Kota Bontang dalam mencegah terjadinya penyebaran virus menular tersebut sejak dini. 

Hal ini dibuktikan ketika Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes & KB) Kota Bontang menggalakkan gerakan serentak vaksinasi  atau Outbreak Response Immunization (ORI) kepada 62 ribu lebih pelajar se-Kota Bontang.

Wakil Walikota Bontang, Basri Rase yang turut hadir sekaligus membuka acara tersebut menegaskan, gerakan ORI merupakan langkah serius Pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Difteri.

“Sasaran ORI tahun ini berjumlah kurang lebih 62.184 jiwa yang difokuskan kepada seluruh sekolah negeri dan swasta, mulai dari TK hingga SMA sederajat,” kata Wakil Walikota Bontang Basri Rase saat membuka kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) di Aula SMA Negeri I Bontang, Kamis (01/03) pagi.

Dikatakan Basri, bila merujuk pada data dari Dinas Kesehatan, sejauh ini Bontang telah mencatat 7 warga terdeteksi Suspect Difteri. Sebuah peringatan besar untuk Kota yang pernah terkenal dengan program dokter keluarganya. 

Hingga November 2017, Indonesia telah mencatat 593 kasus Difteri yang tersebar di 20 Provinsi. 32 diantaranya berakhir kematian sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi kedua kasus difteri terbanyak di dunia setelah India.

Namun dengan digalakkanya gerakan ORI, diharapkan mampu melindungi Generasi muda dari Difteri.

Rencananya, Kegiatan ini akan lakukan hingga akhir tahun 2018. Mengingat virus ini cukup ganas, maka target pemberian vaksinasi dilakukan sebanyak tiga kali. ORI pertama diberikan pada bulan ini, kemudian menyusul di Juni mendatang dan terkahir Desember.

“Sesuai intruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pemberian ORI sebanyak tiga kali. Jadi kalau ada warga yang anaknya baru 1 kali diminta segera melapor atau menyambangi Puskesmas,” kata Basri.

Bahkan kata dia, selama pelaksanaan ORI, Pemkot Bontang telah membentuk tim khusus. Tim berjumlah 11 regu dan melibatkan 154 petugas medis dari Rumah Sakit swasta maupun Pemerintah, dan Organisasi Kesehatan lainya.

Nantinya, Tim ini bertugas untuk memastikan seluruh pelajar bebas dari penyakit menular ini. Target ORI menyasar anak usia 1-19 tahun. Vaksinasi masing-masing anak pun dibuat varian berbeda, untuk anak usia 1-2 tahun diberikan jenis vaksin Difteri beruoa Pertusius dan Tetanus (DPT), Hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (HIB).

Sementara anak usia 5-7 tahun diberikan imunisasi Difteri berupa Tetanus (DT). Terkahir, anak usia 7-19 diberikan vaksin Tetanus Toxoid (TD).

“Pemberian jenis vaksin Difteri dikelompokkan sesuai usia, maka dari itu mari kita berikan hak perlindungan kepada anak-anak kita. Imunisasi adalah hak anak sekaligus bukti kasih sayang orang tua kepada anak," Imbuhnya

Sekedar diketahui, launching ORI bertajuk “Sukses Imunisasi Kesehatan Generasi Kita” ini turut dihadiri Wakil Walikota Bontang Basri Rase, Asisten II Nurul Hidayati, Wakil Ketua DPRD, Faizal, Ketua Komisi II DPRD , Ubaya Bengawan, Sekertaris Komisi I DPRD, Abdul Malik, Jajaran dan Direktur Rumah Sakit lingkup Bontang, Perwakilan Dandim 0908 Bontang, Perwakilan Polres Bontang, Lurah, Camat, Kepala Sekolah tjngkat TK hingan SMA se-Bontang, serta perwakilan dari organisasi profesi seperti IDI, IBI dan PPNI dan OPD terkait. (Sena)


share on: