Dinilai Ekonomis, Pemprov Kaltim Dorong Objek Wisata Terintegrasi Dengan Agrowisata

share on:
Gubernur Kaltim, Isran Noor Hadiri Panen Sayur di SMK SPP Samarinda. (dok/humasprov kaltim).

UPDATE.SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman  Pangan dan Hortikultura berupaya mendorong objek wisata agar terintegrasi dengan agrowisata. Upaya ini dilakukan agar terlihat lebih menarik dan memiliki nilai ekonomis, baik bagi pengunjung maupun para  petani.

"Kita  mendorong objek-objek wisata di Kaltim untuk dikelola melalui sistem integrasi dengan sektor lain, misalnya perkebunan, kehutanan dan sub sektor hortikultura dengan menanam sayuran dan buah-buahan," Ibrahim, Kepala Dinas Pangan, Tanaman  Pangan dan Hortikultura Kaltim, seperti dikutip dari laman kaltimprov.go.id, Sabtu (2/2/2018).

Ibrahim menilai sebuah objek wisata dapat dijadikan kawasan agrowisata terpadu dengan sektor lainnya, misalnya ketika pengunjung atau wisatawan lokal mengunjungi objek wisata.

“Mereka tidak hanya melihat pemandangan, tetapi juga dapat menikmati kegiatan lain seperti kebun buah, sayur, tambak ikan, hutan alam dan keindahan lainnya,” lanjutnya.

Dengan demikian, kegiatan integrasi tersebut  akan memberikan nilai tambah dan berdampak langsung kepada perekonomian masyarakat sekitarnya karena  memacu para petani untuk meningkatkan hasil produksi.

Serius mewujudkan hal itu, Ibrahim  mengaku akan berupaya menyiapkan perencanaan khusus, baik  pengadaan bibit buah-buahan, maupun melakukan penyuluhan tata kelola teknologi pertanian untuk menopang kegiatan tersebut.

Dengan begitu sambung Ibrahim, daya tarik pengunjung untuk membeli langsung sayur-mayur maupun buah-buahan dan ikan dari petani bisa meningkat.

"Jadi pengunjung tinggal memilih, memetik dan menimbang sendiri sayur dan buah serta ikan di kolam-kolam petani. Dengan agrowisata ini akan lebih menguntungkan baik bagi para pengunjung maupun untuk para petani, jadi ada timbal baliknya," tegas Ibrahim. **


share on: