Eksportir Batubara Dukung Program LC dan TKDN Kementerian ESDM

share on:

UPDATE.JAKARTA,- Kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengeluarkan peraturan tentang penggunaan produk lokal dengan menaikkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di sektor energi dan aturan  tentang penggunaan letter of credit (LC) dalam kegiatan bisnis batubara mendapat dukungan penuh dari Para pebisnis dan eksportir batubara.

Keduanya kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM yang ditandatangani oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan pada 5 September 2018.

Diantaranya Kepmen ESDM Nomor 1952 K/84/MEM/2018 tentang Penggunaan Perbankan di Dalam Negeri atau Cadangan Perbankan di Luar Negeri untuk Penjualan Mineral dan Batubara ke Luar Negeri.

Serta Kepmen ESDM Nomor 1953K/06/MEM/2018 tentang Penggunaan Operasi, Barang Modal, Peralatan, Bahan Baku dan Bahan Pendukung Lainnya yang Diperoleh Dalam Negeri pada Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral.

Direktur Keuangan PT ABM Investama (ABMM) Adrian Erlangga menilai keputusan tersebut bagus untuk menguatkan devisa negara. Mengingat  75% batubara ABMM dijual di pasar ekspor. “Akan tetapi jangan sampai keputusan ini jadi menghambat ekspor,” pintah Adrian, di Jakarta Jumat (7/9/2018).

Sementara Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya perusahaannya telah melaksanakan keputusan itu, sehingga tak menjadi penghalang bagi perusahaan.

“Porsi penjualan ekspor mencapai 60%,” pungkasnya.

Senada Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Febriati Nadira juga mengungkapkan bahwa semua transaksi ekspor atau hasil penjualan batubara ADARO sudah disimpan di bank dalam negeri.

“Kami terus berupaya mengendalikan impor dan fokus untuk menggunakan produk dalam negeri atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek-proyek yang ada di dalam lingkup Kementerian,” tungkasnya. (*)

Sumber-Kontan


share on: