Gubernur Kaltim : Jalur Gas Trans Kalimantan Harus Terealisasi

share on:
Gubernur Kaltim, Isran Noor (kedua dari kiri) Hadiri FGD Pemanfaatan Gas Bumi Kalimantan (arief/humasprovkaltim)

Update.Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor kembali mengingatkan bahwa Kaltim sangat siap mendukung pembangunan jalur pipa gas trans Kalimantan. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan daerah.

"Kaltim siap mendukung dan saya yakin gubernur se-Kalimantan juga setuju untuk mendukung kebijakan pembangunan pipa gas trans Kalimantan" ucap Mantan Bupati Kutai Timur dalam Focus Group Discussion (FGD) Prospek Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Gas Bumi di Kalimantan di Swiss-Belhotel Danum Palangkaraya, Kalimantan Tengah Kamis (1/8). 

Diketahui, dalam Rencana Induk Tahun 2012-2025, telah direncanakan pembangunan Jalur Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan sepanjang 2.019 Km yang membentang dari Bontang-Banjarmasin-Palangkaraya hingga Pontianak untuk mengangkut Gas Bumi dari Bontang dan Natuna guna memenuhi kebutuhan energi gas alam di seluruh Pulau Kalimantan.

Rencana pembangunan pipa gas trans Kalimantan diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp 30-35 triliun. Pembangunan pipa trans Kalimantan ini rencananya tidak akan menggunakan dana APBN, melainkan menggandeng badan usaha dengan konsesi 30 tahun.

Namun untuk melancarkan pembangunan pipa gas tersebut, harus ada tambahan permintaan penyerapan gas. Sejauh ini pemanfaatan gas di wilayah Kalimantan selama ini masih digunakan untuk transportasi, rumah tangga dan pelanggan kecil, lifting minyak, industri pupuk, industri berbasis gas bumi, hingga pembangkit listrik.

Kendati demikian, potensi pengembangan sumber gas di wilayah Kalimantan dinilai sangat besar. Sebab, pada 2024 diperkirakan mencapai 2.609,49 MMSCFD. Jumlah tersebut terdiri dari existing 1.388,09 MMSCFD, project on going 26,91 MMSCFD dan dua projek hulu yang akan first gas in dari IDD dan ENI sebesar 1.218,20 MMSCFD.

Selain itu, potensi kelebihan pasokan gas bumi di Kalimantan juga diperkirakan sebanyak 40 kargo gas alam cair (LNG) pada 2025 atau sebesar 116.769,6 MMSCF (319,9 MMSCFD). Jumlah ini setara dengan 1.599,5 MW yang berasal dari dua fasilitas gas utama yang dimiliki oleh Indonesia saat ini, yaitu LNG Tangguh dan LNG Bontang.

“Apalagi, saat ini telah dipastikan pemindahan ibu kota negara akan dilakukan pemerintah pusat ke Kalimantan, tentu kebutuhan gas akan meningkat,” tegas Isran. (***/Rus)

Sumber : kaltimprov.go.id


share on: