Gunung Anak Krakatau Muntah, BMKG Tetapkan Siaga Level II

share on:
Anak Krakatau (Foto: ilustrasi)

UPDATE.LAMPUNG,- Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kembali erupsi, Sabtu (22/9) malam

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG mengatakan, sepanjang pekan ini Gunung Anak Krakatau sudah 44 kali erupsi,dengan rata-rata ketinggian mencapai 100-600 meter dan mengeluarkan asap hitam.

Menurut laporan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, pada malam hari dari CCTV teramati sinar api dan aliran pijar ke arah selatan.

Selain itu terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah di pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, yang menunjukkan ombak laut tenang.

Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu tipis hingga tebal dengan tinggi 50-200 meter di atas puncak kawah.

Sepanjang pengamatan Gunung Anak Krakatau (338 mdpl), angin bertiup lemah ke arah timur dan barat, suhu udara 22-29 derajat Celcius, kelembaban udara 70-92 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Sementara frekuensi kegempaan (letusan) tercatat 253 kali dengan amplitudo 41-52 mm dan durasi 23-410 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 4-53 mm (dominan 45 mm).

Berdasarkan kondisi itu petugas menyimpulkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masuk kategori Level II (Waspada), dan menyarankan warga dan wisatawan tidak mendekati area dalam radius dua kilometer dari kawah


Gunung ini kembali aktif sejak Juni lalu tetapi tidak menimbulkan gangguan. Tidak ada bandara yang ditutup dan arus wisatawan ke Gunung Krakatau di dekatnya tetap normal.

Gunung Krakatau yang terletak Selat Sunda, menewaskan lebih dari 35.000 orang ketika meletus pada tahun 1883.

Gunung Anak Krakatau yang kini aktif adalah gunung baru yang terbentuk akibat erupsi di bawah laut pada tahun 1927. (*)

Sena


share on: