Hindari Monopoli Rekrutment Karyawan, Lembaga Adat Dan PT THIESS Terapkan Sistem I Pintu

Ketua Adat Besar Kutai Kabupaten Kutai Timur Sayyid Abdal Nanang Al Hasani

SANGATTA - Guna menindaklanjuti hasil kesepakatan bersama dengan PT THIESS, Lembaga Adat Besar Kutai Kabupaten Kutai Timur dalam waktun dekat akan mengadakan pertemuan dengan seluruh komunitas yang berada  dibawah naungan Adat Besar Kutai.  

Sebelumnya, lembaga adat besar kutai Kabuoaten Kutai Timur dan PT THIESS telah menyepakati pemberdayaan tenaga kerja lokal menggunakan sistem satu pintu, di Rumah Makan Padang Raya, Jalan Yos Sudarso IV, Kutai Timur, Kamis (12/4/2018) pagi

Sekretaris adat Rustam Efendy Lubis

"Dalam waktu dekat akan kami adakan pertemuan dengan semua komunitas dari berbagai suku dan etnis untuk membahas penyerapan tenaga kerja lokal. Harapannya mereka bisa mensukseskan sistem satun pintu yang sudah kami sepakati dengan PT THIESS. Juga untuk menghindari gejolak  yang mungkin timbul dalam pemahaman sistem satu pintu yang diterapkan," kata Rustam Efendy Lubis, Sekretaris Lembaga Adat Besar Kutai, saat ditemui di Hotel Amar, Kamis (12/4/2018) siang. 

Sementara itu,  Ketua Adat Besar Kutai Kabuoaten Kutai Timur, Sayyid Abdal Nanang Al Hasani kembali menegaskan jika hasil  lertemuan dengan PT THIESS telah menyepakati pemberdayaan tenaga kerja lokal setempat. Dimana tenaga kerja lokal nantinya akan disuply melalui badan usaha milik lembaga adat untuk selanjutnya diseleksi oleh PT THIESS.

Selain itu, penerapan sistem satu pintu ini juga menghindarkan perusahaan melakukan monopoli perekrutan tenaga kerja. Mengingat lembag adat besar kutai merupakan wadah yang dibentuk dan telah disahkan oleh pemerintah daerah. Dengan tunuan untuk mengayomi semua komunitas dan paguyuban di Kutim.

"Dengan disepakatinya menggunakan sistem satu pintu, maka semua calon tenaga kerja akan disuply melalui badan usaha milik lembaga adat besar. Persoalan diterimah atau tidak, itu adalah wewenang perusahaan (PT THIESS). Yang jelas kami perioritaskan tenaga kerja lokal," pungkasnya. 

Reporter - Ekky | editor : Sena


share on: