Kaltim Siap Sambut Ibu Kota RI 

share on:
Presiden Joko Widodo tinjau calon ibukota di Bukit Suharto 

Update.Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan bakal menyampaikan poin penting terkait kesiapan Kaltim sebagai ibu kota baru saat memenuhi undangan Bappenas pada 5 Agustus mendatang.

Beberapa poin akan disampaikan dalam presentasi tersebut. "Di antaranya terkait kesiapan pemerintah dan masyarakatnya, kemudian terkait lingkungan dan terakhir terkait aspek keamanan dan ketertiban, sedangkan terkait hal yang teknis semua data sudah diserahkan ke Pemerintah Pusat," ujar Isran Noor seperti dikutip dari Antara, Rabu (31/7).

Isran mengatakan semua yang akan disampaikan dalam presentasi nanti adalah fakta riil di lapangan sesuai yang dibutuhkan oleh Pemerintah Pusat. “Saya tidak mau membandingkan dengan daerah lain, karena ini untuk kepentingan yang lebih besar," ujar Isran

Isran menyatakan Kaltim sangat siap jika nantinya ditunjuk sebagai ibu kota negara. Sebab, menyangkut kepentingan yang lebih besar yakni untuk bangsa dan negara.

Pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara yang saat ini berada di Jakarta ke luar Jawa. Beberapa wilayah yang berpeluang akan menjadi ibu kota baru bagi Republik Indonesia yaitu Palangka Raya, Katingan, Gunung Mas, dan Pulang Pisau di Kalimantan Tengah.

Sedangkan Kalimantan Timur hanya mengajukan Bukit Soeharto. Pemprov Kaltim beralasan Bukit Soeharto sebagai hutan produksi menjadi Taman Hutan Rakyat (Tahura). Selain itu di lokasi tersebut tidak ada kepemilikan lahan dari masyarakat, sehingga mudah diatur.

"Hutan itu kalau musim kemarau akan terbakar, tetapi kalau dijadikan ibukota negara, tentu akan dijaga dan dibangun infrastruktur sehingga bisa terpelihara dengan baik," ungkap Isran Noor. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meyakini 82 persen Kaltim dipastikan menjadi calon ibukota negara. Sebab, Kaltim tidak hanya memiliki keunggulan geografis dan demografis. 

“Tetapi juga unggul dari sisi sosiologis dan sosiokultural dibanding beberapa provinsi lainnya di Kalimantan,” ujar mantan anggota DPR RI itu saat menghadiri pelantikan pengurus PMI Provinsi Kaltim, Senin (29/7). 

Presiden Joko Widodo sendiri baru-baru ini mengatakan tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan lokasi yang akan dijadikan sebagai ibu kota baru. Sebab, saat ini masih dikaji, baik dari segi perencanaan, ekonomi, sosial politik hingga pertahanan dan keamanan.

"Memang dari dulu sudah saya sampaikan, pindah ke Kalimantan. Nah Kalimantannya, Kalimantan yang mana, nanti kita sampaikan Agustus," kata Presiden seperti dikutip dari Antara, Selasa (30/7). (***/Rus)


share on: