Kejari Bontang Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Butir Dobel L

share on:
Wakil Walikota Bontang Basri Rase bersama Kepala Kejari Agus Kurniawan didampingi unsur Forkopimda musnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum, di Halaman Kantor Kejari Bontang, Selasa (4/9)

UPDATE.BONTANG,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang musnahkan narkotika jenis sabu seberat 487,308 gram dan 1.371 butir Dobel L, serta sejumlah barang bukti hasil perkara tindak pidana umum, di Halaman Kantor Kejari Bontang,  Selasa (4/9) pagi.

 

Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Bontang, Agus Kurniawan menilai jumlah barang bukti (BB) dari kasus perkara narkotika yang dimusnahkan cukup fantastik, mengingat Bontang kota kecil yang terbagi dalam tiga Kecamatan.


“Bontang ini kotanya kecil, namun untuk kasus narkoba yang sudah inkracht hampir setengah kilo gram. Sesuai putusan pengadilan jika dirupiahkan estimasi per satu gramnya dihargai 1 juta 5 ratus ribu, artinya dengan total 487,308 gram harganya hampir 750 juta,” tuturnya.


Adapun total perkara narkoba yang telah dieksekusi dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) sejak Mei 2017 hingga Agustus 2018 sebanyak 298 perkara dari pidana umum.


“Total perkara narkoba dari Maret 2017 hingga Mei 2018 mencapai 102 kasus, dengan rincian Maret sampai Desember 2017 sebanyak 56 perkara, sedangkan Januari hingga Mei 2018 terdapat 46 perkara,” tutur Agus Kurniawan.


Dimana keputusan tertinggi dari perkara narkoba kata Agus Kurniawan, atas nama terpidana Hidayat alias Yaya bin Syarifuddin dikenakan pasal 114 ayat 2 Junto 112 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia dengan putusan 17 tahun penjara dan denda satu miliar subsider satu tahun penjara, dengan barang bukti kepemilikan narkoba hampir 100 gram.


Sedangkan Putusan terendah bagi terpidana narkoba adalah peradilan anak atas nama RS alias Manca bin Tamrin, dikenakan pasal 114 ayat 1 Junto 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika diputus satu tahun lima bulan penjara, serta pelatihan kerja selama tiga bulan.


“Saya berharap pemusnahan ini dapat menjadi langkah efektif bagi Jaksa dan aparat penegak untuk mengurangi atau mengeliminasi tingginya perkara tindak pidana narkotika di Bontang,” pungkas Agus Kurniawan.


Sementara Wakil Walikota Bontang, Basri Rase memberi apresiasi kinerja aparat penegak hukum dalam memberantas pelaku kriminal dan penyalahgunaan narkoba di Bontang.


“Terkhusus kasus narkoba, saya apresiasi aparat penegak hukum karena dari seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Timur hanya Bontang yang paling tinggi hukumannya. Bisa dibuktikan rata-rata hukumannya diatas enam tahun sampai sepuluh tahun penjara, bahkan lebih,” tegas Wawali Basri.


Ia berharap peran serta dukungan semua pihak agar aparat penegak hukum bisa bekerja maksimal sehingga Bontang bisa terbebas dari para pelaku bisnis terlarang tersebut.


Selain narkoba dan obat-obatan terlarang, masyarakat juga diminta untuk menjauhi penyalahgunaan bahaya miras dan tindakan kriminal lainnya.


Patut dicatat bahwa selain narkoba dan dobel L, Kejari Bontang juga memusnahkan barang bukti lain seperti 143 alat hisap sabu (bong), 17 buah timbangan digital untuk narkoba, 18 buah alat komunikasi (Handphone) berbagai merek, 52 buah korek api, 51 bungkus plastik klip, 3 buah senjata tajam (sajam) dari perkara pembunuhan, 153 botol minuman keras (miras) berbagai merek, dan sejumlah uang palsu.

Sena


share on: