Mahasiswa Desak DPRD Provinsi Bentuk Pansus Tumpahan Minyak

Aksi Unjuk Rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda di halaman kantor DPRD Kaltim, Selasa (24/4).

SAMARINDA - Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda berunjuk rasa di halaman kantor DPRD Kaltim, Selasa (24/4).

Mereka menyoroti peran wakil rakyat dibalik tragedi tumpahan minyak  di Teluk Balikpapan yamg menyebabkan 5 orang nelayan meninggal dunia pada akhir Maret lalu.

“kami mendesak DPRD Kaltim agar membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawasi Tim Investigasi yang dibentuk pemerintah dah aparat kepolisian,” kata Kasdian, selaku koordinator aksi.

Menurut mereka, peran Komisi III DPRD Kaltim  sebagai kontrol kebijakan pemerintah dan perusahaan Negara sangat dibutuhkan dalam penyelesaian kaksus ini.

“Seharusnya Komisi III DPRD Kaltim sebagai lembaga perwakilan rakyat mengambil langkah inisiatif umtuk melakukan pengawasan dan menekan Pertamina agar bertanggung jawab penuh atas kerugian yang ditimbulkan tragedy tersebut. Sebab kami melihat terdapat ratusan nelayan yang dirugikan,” tuturnya.

Selain itu, menurut mereka, pansus tersebut juga  bertujuan untuk meastikan ganti rugi kepada korban. Termasuk memastikan masa depan keluarga dan anak-anak korban dibalik teragedi tersebut.

Reporter - Sumber Rilis PMII | Editor - Sena


share on: