Mahasiswa Minta Kampus IAIN Samarinda tidak Dijadikan Tempat Cuci Tangan

share on:

UPDATE.SAMARINDA,- Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Dema IAIN Samarinda dan Front nahdlyin untuk kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) KALTIM mengutuk keras kebijakan rektor IAIN Samarinda yang memutuskan melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tanoto Gruop, yakni Tanoto Foundation pada Rabu (01/08) pekan lalu.

 

Koordinator Mahasiswa, Adhar mengatakan, meski kerjasama tersebut mengatasnamakan peningkatan profesional pendidik terhadap Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Samarinda. Namun mahasiswa menilai MoU dengan Tanoto Group telah mencederai pernyataan Rektor IAIN Samarinda Mukhammad Ilyasin pada  tahun 2016 lalu, yang mengatakan bahwa kampus IAIN Samarinda merupakan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Kampus "Green" berkomitmen menuju kampus hijau, bersih dan tertata.

 

“Rektor Rektor IAIN Samarinda Mukhammad Ilyasin tidak komitmen dengan pernyataannya sendiri dan memutuskan bekerja sama dengan sebuah perusahaan korporasi hitam yang menjadikan IAIN sebagai tempat cuci tangan. Sebagai kampus yang telah mendeklarasikan diri sebagai kampus bersih dan hijau  sudah semestinya bersikap tegas menolak perusahaan hitam yang pernah terlibat skandal perpajakan di Indonesia,” tutur Adhar melalui Siaran Persnya, Senin (24/9).

 

Dikatakan Adhar, sebagai Mahasiswa yang berada di lingkungan Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) sangat menyesalkan MoU bersama Tanoto Group karena tidak sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang anti kemapanan, anti korupsi, anti terhadap segala bentuk penindasan.

 

"Tanoto Foundation merupakan lembaga filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto yang tak lain 20 deretan pengusaha terkaya Indonesia dan urutan ke-1952 dunia dengan aset 1,1 miliar dollar dilansir majalah Forbes," tambahnya.

 

Sukanto Tanoto memiliki beberapa bisnis salah satunya adalah Asian Agri Grup. AAG merupakan Sebuah perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Awal tahun 2013 Mahkamah Agung memvonis 14 perusahaan AAG terkait kasus penggelapan pajak pada tahun 2002-2005. Atas putusan MA tersebut, AAG dikenakan denda sebesar 2,5 Triliyun dan disebut rekor dalam kasus perpajakan di Indonesia.

 

"Terbongkarnya skandal kejahatan perpajakan AAG bermula dari dari seorang whistleblower Vincent Amin Sutanto yang menjabat sebagai Group Financial Controller di perusahaan AAG kepada salah seorang wartawan Tempo, Metta Dharmasaputra," tambahnya.

 

Kisah tentang investigasi seputar kasus penggelapan pajak Sukanto Tanoto ini dapat dibaca dalam buku "saksi kunci: Kisah Nyata Perburuan Vincent, Pembocor Rahasia Pajak Asian Agri Group".

 

"Tak hanya itu, pertengahan tahun 2013, AAG disebut terlibat dalam kasus pembakaran lahan di Riau. Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau menyebutkan, sebagian besar titik api pada pembakaran lahan berada di lahan konsesi perkebunan kelapa sawit perusahaan milik Sukanto Tanoto," tambahnya.

 

Selain itu Tanoto Group disinyalir juga terlibat dalam beberapa pembangunan proyek Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) Batubara di Indonesia. Menilai industri batubara di Kalimantan Timur telah menyisakan duka ekologis bagi masyarakat banyak.

 

“Maka oleh karena itu kami sebagai perwakilan mahasiswa menuntut tuju poin penting kepada Rektor IAIN Samarinda, pertama segera mencabut MoU bersama Tanoto Group yang tersandung kasus skandal perpajakan dan merugikan negara,” tambahnya.

 

Poin selanjutnya adalah Mewujudkan komitmen Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) kampus IAIN Samarinda, Sebagai kampus yang telah berkomitmen ramah lingkungan, sudah semestinya bersikap menolak kerjasama dengan perusahaan yang telah merusak kehidupan ekologis.

 

Keempat, IAIN Samarinda berkonsentrasi dalam mewujudkan kampus peradaban melalui hubungan yang terbuka, IAIN Samarinda harus terlibat aktif dalam agenda pemberantasan korupsi baik di daerah maupun nasional, IAIN Samarinda terlibat aktif dalam agenda keadilan ekologis bagi daerah Kalimantan Timur, serta Menciptakan peradaban kampus Islam dengan mengejawantahkan nilai-nilai Islam yang progresif untuk kehidupan sosial bermasyarakat.

 

“Kami akan turun kelapangan untuk menyuarakan tuju tutuntan bentuk protes kami pada Selasa (25/9),” tutup Adhar.

Sena


share on: