Mengenal Lebih Jauh Penyakit Pendarahan Otak Yang Dialami Nusyrwan

share on:

Samarinda,Kaltim - Pendarahan otak umumnya disebabkan karena pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan stroke. Pecahnya pembuluh darah biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi, cedera kepala, ketidaknormalan dan melemahnya pembuluh darah, tumor otak, penyakit hati, hingga kelainan darah. 

Di Indonesia penyakit tersebut bukanlah hal baru, penyakit ini termasuk salah satu penyakit mematikan setelah serangan jantung.

Menurut para ahli kesehatan, pecah pembuluh darah pada bagian otak biasanya ditandai dengan berbagai gejala mulai dari sakit kepala secara mendadak, kesemutan di wajah, lengan atau kaki, kesulitan melihat, menelan dan menjaga keseimbangan, mual dan muntah, serta hilang kesadaran.

Gejala ini pula lah yang menimpa Calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Nusyrwan Ismail. Hal ini terungkap setelah hasil pemeriksaan tim dokter melalui CT Scan, yang menyebutkan pada bagian otak Nusyirwan terdapat pendarahan yang mengakibatkan stroke.

Sebelumnya dia dikabarkan jatuh sakit pada Jumat (23/2) pagi saat hendak menghadiri rangkaian kampanye bersama pasangannya, Calon Gubernur Andi Sofyan Hasdam, di kawasan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kaltim. 

Saat pembuluh darah pecah di otak, maka akan terjadi pendarahan lokal di sekitar jaringan otak yang dapat membunuh sel-sel otak.

Otak akan membengkak karena dipenuhi gumpalan darah dan menghambat kinerja tubuh sehingga memicu stroke. Gumpalan darah tersebut harus diangkat. 

Sama seperti kasus Nusyirwan, dia sempat menjalani operasi untuk mengeluarkan gumpalan darah di bagian otak. Namun, kondisinya tak terselamatkan. Wakil Walikota Samarinda itu dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda pada Selasa (27/2).

Biasanya, kematian itu terjadi karena luas pendarahan dan ukuran pembengkakan di otak sudah meluas. Meski dapat menyebabkan kematian, risiko pecah pembuluh darah dapat dikurangi dengan menjaga pola hidup sehat.

Mulai dari rutin mengecek tekanan darah dan detak jantung, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, beraktivitas fisik dan mengurangi stress. (Sena


share on: