Meski Sempat Diwarnai Skorsing, Akhirnya Pleno Kota Bontang Selesai

share on:
Ketua KPU Bontang, Erwin

UPDATE.BONTANG – Pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil pemungutan suara tingkat Kota pada Pemilu 2019 yang diselenggarakan KPU Bontang akhirnya selesai pada Selasa (7/5/2019) pagi.

Pleno yang dipimpin langsung Ketua KPU, Erwin sempat diwarnai skorsing berkali – kali akibat permasalahan administrasi dan pelaksanaan ibadah bulan suci ramadhan 1440 Hijriah.

Pembukaan pleno dilaksanakan pada Senin (6/5/19) pukul 14.00 Wita, molor berjam jam dari jadwal seharusnya jam 09.00 Wita, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib dan pembacaan hasil rekapan masing – masing Kecamatan yang dilakukan tingkat PPK.

Tepatnya pukul 16.00 WITA Senin petang. KPU kembali membuka rapat untuk melanjutkan pleno dengan agenda penandatanganan salinan Db1 (berita acara). Namun karena banyaknya salinan Db1 yang harus ditandatangani sebelum penetapan, pleno kembali diskors hingga pukul 21.00 Senin malam. Buntutnya, pleno rekapitulasi suara dari tiga Kecamatan terpaksa dilakukan hingga pukul 04.00 WITA Selasa dini hari.

"Sekarang sedang proses penandatanganan salinan Db1. Setelah itu dilanjutkan dengan penetapan hasil. Setelahnya tinggal pembacaan SK (surat keputusan)," terang Erwin saat dikonfirmasi Senin (6/5) petang.

Dari pleno tersebut diperoleh hasil yang tidak berbeda dengan rekapitulasi perhitungan suara tingkat Kecamatan.

“Hasilnya sama saja dengan rekap Kecamatan, jadi tinggal ditambahkan saja dari  3 Kecamatan yang ada,” ungkap Saparuddin, Komisioner KPU Bontang.

Menanggapi protes dari paslon 02 terkait pembengkakan suara pada DPTb yang dianggap tak lazim, Ketua KPU Bontang,  Erwin angkat bicara. Ia mengaku tengah mempersiapkan berkas DA yang diprotes.

"Soal perbedaan data DPTb itu kesalah yang manusiawi saat pemungutan suara di TPS. Namun persoalan tersebut tidak akan mempengaruhi perolehan suara setiap paslon, caleg maupun partai," tegas Erwin.

Disinggung soal, apakah perubahan data perolehan suara dari pleno tingkat Kecamatan, Erwin menyanggah soal itu. Seingat dia, perubahan data hanya terjadi di Kelurahan Gunung Telihan. Itupun hanya jumlah pemilih perempuan dan laki-laki yang masuk dalam DPTb yang tidak mempengaruhi perolehan suara dari masing-masing calon maupun peserta Pemilu.

"Tidak ada data perolehan yang berubah," jelasnya.

Selanjutnya, kata Erwin. Hasil pleno tingkat Kota akan diserahkan ke KPU Provinsi 8 Mei 2019. "Itu pun dilakukan jika tidak ada halangan," tutupnya.

Sebelumnya salah satu permasalahan yang mengganjal pembukaan pleno KPU adalah protes dari saksi pasangan calon (paslon) Presiden nomor urut 02, yang mempersoalkan dokumen DA dari tingkat Kecamatan Bontang Utara yang belum ditandatangani oleh saksi partai Gerindra.

"Rapat pleno belum bisa dimulai jika saksi kami belum memberikan keterangan penyebab tidak ditandatanganinya dokumen tersebut," ucap Syahril menyampaikan nota protes kepada Komisioner KPU.

Selain itu, Syahril juga menilai ada indikasi pembengkakan suara dari DPTb dan DPK yang sangat signifikan, karena nilainya mencapai 6.687 suara.

 

 

Wartawan : Sena

Up. Editor  : Kartika Anwar


share on: