Munawar Fuad: Dewan Masjid Indonesia intensifkan pemberdayaan ekonomi umat

share on:

UPDATE.BEKASI,- Direktur Program Dewan Masjid Indonesia, Munawar Fuad mengatakan, Dewan Masjid Indonesia tengah mengintensifkan upaya pemberdayaan ekonomi masjid melalui program kerja yang melibatkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).



"Kegiatan ini masuk dalam program masjid sebagai kekuatan ekonomi umat berbasis umat. Ini program utama DMI," kata Fuad saat menjadi pembicara dalam perayaan dan syukuran Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa.



Menurutnya Indonesia sebagai negara dengan mayoritas umat muslim adalah pasar yang sangat menjanjikan bagi penggiat usaha syariah di lingkungan masjid. Teknisnya jamaah masjid yang menjadi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) akan difasilitasi modal oleh DMI melalui perbankan syariah

 

"Kita punya umat muslim yang menjadi market. Jangan hanya konsumen, tapi juga menjadi pelaku. DMI punya cara pandang ekonomi umat yang memiliki kepentingan vital," katanya.


 

Syaratnya. kata dia, relatif sederhana, cukup aktif sholat di masjid. "Modal kita yang bantu. DMI posisinya menjadi penjamin pinjaman bagi jamaah yang ingin memulai usaha. Uniknya, kalau terjadi ,masalah pengembalian modal, akan diumumkan saat Shalat Jumat dan itu efektif," katanya.



Fuad mengatakan salah satu kebutuhan masyarakat saat ini adalah dapur sembilan kebutuhan bahan baku pokok (sembako) melalui program Taubatan (toko baitul pangan).
 


Menurut dia, program Taubatan merupakan hasil kerja sama Badan Usaha Logistik dengan DKM sebagai agensi sembako.
 


"Proyek percontohan baru berjalan di 20 masjid di Jakarta dan akan terus diperluas di daerah lain. Cukup mengajukan permintaan, sembako akan langsung dikirim Bulog," katanya.
 


Pihaknya juga tengah menggerakan infak digital melalui penggalangan dana umat untuk disalurkan kepada masyarakat yang kesulitan uang untuk datang ke masjid dan menghindari warga masuk jeratan rentenir.
 


Kegiatan tersebut juga bisa disalurkan melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras di masjid untuk mendekatkan jamaah kepada masjid.
 


"Kita tawarkan kepada masjid untuk mengelola produk ini, di Bekasi sudah digelar sosialisasi kewirausahaan berbasis masjid. Selanjutnya kita akan mengundang 100 pengurus masjid untuk memperkenalkan agenda pemberdayaan ekonomi umat ini," katanya. (*)

Sumber : Antaranews


share on: