Neni Resmikan Sejumlah Fasilitas Publik

share on:
Neni Moerniaeni beserta rombongan tinjau Taman Lampion Bontang Kuala

UPDATE.BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni hari ini, Selasa pagi (6/8) meresmikan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan telah rampung dibangun menggunakan APBD tahun 2019. 

Fasilitas pertama yang diresmikan mantan anggota Komisi 7 DPR RI itu adalah Taman Lampion yang berada di Kelurahan Bontang Kuala. Disini, Neni berpesan supaya masyarakat setempat ikut merawat dan menjaga sebanyak 350 tambahan Lampion telah selesai dibangun tahun ini. Begitupun dengan 340 buah lampion yang dibangun pada 2018 lalu. 

"Ini mesti diresmikan supaya masyarakat tahu bahwa, ketika menggunakan APBD maka harus dirawat. Dan juga supaya masyarakat tahu bahwa salah satu program pemerintah kota Bontang adalah menjadikan Bontang sebagai tujuan kunjungan wisatawan," ujar Neni sebelum meresmikan Taman Lampion di kawasan Wisata Bontang Kuala.

Tahun depan, Neni minta supaya lapangan parkir berada di pintu masuk Bontang Kuala dilengkapi Lampion. Hal itu dilakukan agar daerah tersebut betul-betul menunjukan sebagai kawasan wisata. 

"Saya minta tahun depan supaya parkiran juga dihiasi Lampion supaya betul-betul menunjukkan semaraknya daerah wisata di Bontang Kuala," tegas istri mantan Wali Kota Bontang dua periode Andi Sofyan Hasdam ini.

Dari Taman Lampion, rombongan politisi partai Golkar itu melanjutkan agenda kerjanya menuju Taman Adipura untuk meresmikan Jogging Track, Fasilitas bermain untuk kaum disabilitas serta pemeliharaan lampu penerangan.

Setelahnya, pejabat nomor satu kota Bontang itu meresmikan taman serta tempat bermain anak yang berada di Taman Tanjung Laut. Terakhir,  Taman TPA Bontang Lestari. 

Saat dikonfirmasi, Neni mengungkapkan bahwa selain untuk dinikmati masyarakat. Fasilitas publik tersebut juga dibangun untuk mempercantik sejumlah kawasan RTH yang telah dibebaskan sejak 2001. Hal itu dilakukan supaya 30 persen kawasan RTH di setiap kelurahan memiliki gerbang identitas.

"Semua kawasan RTH yang peruntukannya untuk publik akan dimaksimalkan supaya bisa dinikmati oleh masyarakat," terang Neni. (Sena


share on: