New York Harus Bayar 2,5 M Kepada Tiga Wanita ini Kerena Memaksa Melepas Jilbab

Jakarta - Tiga wanita muslim di Amerika Serikat dikabarkan telah menerima uang ganti rugi sebesar 180.000 dalar AS sekitar 2,5 Milliar. Uang tersebut dileroleh setelah menang gugatan di Pengadilan Federal Brooklyn, Kamis (1/3/2018).

Sebelumnya, satu dari tiga perempuan muslim tersebut ditahan kepolisian New York atas tuduhan tindakan pelecehan saat insiden di Brooklyn. Sedangkan dua lainnya ditahan pada 2015  dan 2012 karena masalah pelanggaran parkir.

Namun saat menjalani pemeriksaan oleh Kepolisian New York. Mereka diminta untuk membuka jilbab saat petugas akan mengambil foto wajah ketiganya, yang langsung ditolak. Namun petugas Kepolisian New York tetao memaksa.

Menurut pengacara pihak penuntut, Tahanie Aboushi, pihak pengadilan memerintahkan kepada Pemerintah Kota New York untuk membayar uang ganti rugi kepada ketiganya. 

Dengan dimenangkannya tuntutan mereka, maka Pemerintah Kota New York wajib membayarkan kepada masing-masing penggugat sebesar 60.000 dolar AS atau sekitar Rp 800 juta.

Setelah kasus ini, kepolisian New York memutuskan mengubah pedoman mereka saat akan mengambil foto pelaku pelanggaran atau tersangka.

"Kami melihat ini adalah langkah yang tepat dan menjadi sebuah upaya kolaboratif untuk mengatasi perbedaan dalam panduan patroli," kata Aboushi

Sementara itu, juru bicara Departemen Hukum Kota New York, Kimberly Joyce membenarkan, akan memberikan opsi kepada mereka untuk tetap mengenakan atribut keagamaan dan dapat meminta untuk diambil fotonya oleh petugas dengan jenis kelamin yang sama.

"Resolusi atas permasalahan ini adalah demi kebaikan semua pihak yang terlibat," kaa Kimberly Joyce. (*)

Sumber-VOA | Penulis-Sena


share on: