OASE Kabinet Kerja Inisiasi Tanam 5000 Bibit Bakau Di Bontang

share on:
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur, Norbaiti bersama Walikota Bontang Neni Moerniaeni dan Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mahakam Berau, Ir. Sudaryanto kompakTanam bakau di Taman Mangrove Berbas Pantai

UPDATE.BONTANG - Sebanyak 5 ribu batang bibit bakau ditanam dua tempat bibir pantai Kota Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (7/8) pagi. Terdiri dari 4 ribu ditanam di kawasan Ekowisata Mangrove Tanjung Laut Indah dan 1000 bibit ditanam di Taman Mangrove Berbas Pantai.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mahakam Berau selaku UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sudaryanto mengatakan kegiatan penanaman  mangrove dalam rangka Gerakan Nasional Peduli Mangrove, Pemulihan DAS dan Kampung Hijau Sejahtera serta memperingati hari konservasi alam nasional tahun 2019, yang diinisiasi oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja bersama KLHK. 

Gerakan penanaman mangrove ini merupakan kegiatan tahunan yang serentak dilaksanakan di 12 provinsi di  Indonesia. Meliputi Kepulauan Riau, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa  Timur, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat dengan penanaman total sebanyak 60.000 batang bibit mangrove, melibatkan jajaran pemerintah dan elemen masyarakat setempat.

"Untuk wilayah Kalimantan Timur dipusatkan di Bontang karena kami melihat disini mangrovenya ada yang bagus ada yang rusak. Kendati ada kerusakan namun penyebabnya belum bisa dipastikan. Sebab, belum pernah di inventarisasi," kata Sudaryanto. 

Adapun varian bibit bakau yang ditanam di Bontang, yakni jenis Rhizophora mucronata sebanyak 2.500 batang, Rhizophora apiculata sebanyak 1.000 batang, jenis Ceriops tagal sebanyak 750 batang dan bruguiera gymnorrhiza sebanyak 750 batang.

Pada kesempatan ini juga diberikan bantuan berupa 1.000 batang bibit buah-buahan dan 5 unit biopori. Diharapkan penanaman bibit buah-buahan ini nantinya tidak hanya menghijaukan lingkungan tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung program ketahanan pangan melalui tanaman produktif buah-buahan.

“Sehingga kedepannya tidak hanya bermanfaat dari segi ekologis tetapi juga ekonomi," lanjut Sudaryanto. 

Disamping itu, adanya aplikasi pemanfaatan biopori di setiap rumah diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan genangan air serta menambah kesuburan tanah yang akan memperbaiki kualitas tanah sehingga pada akhirnya terwujud kampung hijau yang sejahtera dan memulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni moerniaeni menyambut baik kegiatan tersebut. Neni mengatakan pelestarian hutan mangrove di Bontang jadi harga mati karena 70 persen wilayah Bontang adalah laut. Apalagi Bontang sudah ditetapkan sebagai kota industri, sehingga hutan mangrove sangat dibutuhkan untuk mereduksi CO2 menjadi karbon organik.

Selain itu, salah satu manfaat hutan mangrove adalah menjadikan taman destinasi wisata. “Alhamdulillah daerah ini yang awalnya tempat judi sabung ayam. Sekarang sudah dirubah menjadi destinasi wisata hutan mangrove untuk membantu ekonomi masyarakat," tutur Neni. (Sena)


share on: