Pengedar Uang Palsu Di Loktuan, Tertangkap

share on:
Pelaku pengedar Uang Palsu beserta barang bukti

UPDATE.BONTANG - Kepolisian  resort Bontang berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu (upal) di wilayah Loktuan, Selasa, (19/3/2019). Tersangka berinisial BU (47), pemilik counter pulsa di pasar Citra Mas, Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Loktuan Kecamatan Bontang Utara.

Perempuan paruh baya itu diciduk Polisi di kiosnya, tepat pukul 10.00 Wita. Dari tangan BU Polisi menemukan 14 lembar uang palsu dalam pecahan Rp 100 ribu yang disembunyikan di dalam lemari etalase pulsa miliknya.

Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Suyono menjelaskan dari keterangan tersangka kepada Polisi terungkap bahwa praktik edar upal sudah dilakoninya sejak Januari 2019 lalu. Tercatat tersangka telah 4 kali melakukan transaksi dengan seorang rekannya di Bogor Jawa Barat.

Setiap transaksi pelaku memesan 10 lembar pecahan uang Rp 100.000 yang dibanderol seharga Rp 350.000 . Sehingga total uang palsu yang telah Ia terima mencapai Rp 4 juta.
“Dari 40 lembar uang palsu yang telah ia pesan, kini telah beredar sebanyak 26 lembar dan tersisa 14 lembar atau sekitar Rp 1.400.000 ” terang Suyono.

Uang palsu tersebut bisa sampai ke tangan tersangka melalui pengiriman jasa kurir dan bus di kilometer 6 Bontang. Model transaksinya, pelaku hanya menyerahkan uang muka (tanda jadi) sebesar Rp 150 - 200 ribu. Pelunasan dilakukan setelah seluruh uang yang telah dipesan laku diedarkan.

Dijelaskan Suyono, modus pelaku dalam menjalankan praktik curangnya cukup pintar, uang palsu tersebut ia selipkan di antara pecahan uang asli saat membayar tagihan kepada distributor langganannya.

Tertangkapnya pelaku kata Suyono, karena adanya laporan dari masyarakat sekitar yang curiga terhadap kedok pelaku. Setelah ditelusuri, kecurigaan warga ternyata benar.

Pelaku terbukti menyimpan ciri-ciri uang yang lembarannya memiliki tekstur lebih halus dan warnanya terlihat lebih cerah dari uang asli.  Bukti semakin kuat ketika uang pelaku yang disita aparat tidak memiliki pita pengaman serta memiliki nomor seri yang sama.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat UU Nomor 7 Tahun 2011 pasal 36 ayat 2 dan 3 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” beber Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Suyono dalam jumpa persnya di Makopolres Bontang, Rabu (20/3/2019).

Kini tersangka beserta barang bukti tengah ditahan di Polsek Bontang Utara.

 

 

(SN / K.A - Up.Ed)


share on: