Pupuk Kaltim Kucurkan Dana CSR Sebesar 1,471 Miliar

share on:
GM Umum PT Pupuk Kaltim Nur Sahid, didampingi Manager CSR Dwi Pudyasmoro dan Udiyanto selaku Superintendent Bina Lingkungan dan Kemitraan Departemen CSR menyerahkan bantua modal kerja kepada salah satu perwakilan Mitra Binaan

BONTANG - PT Pupuk Kaltim kembali menyalurkan bantuan berupa pinjaman modal kerja kepada 52 Mitra Binaan yang  tersebar di Bontang dan Kutai Timur. Total yang di salurkan sebesar 1.471 Miliar.

Pantauan media ini, Senin (23/4) siang. Penyaluran bantuan tersebut diawali dengan penandatanganan pencairan pinjaman modal kerja ke sejumlah Mitra Binaan, di Lantai 3 Gedung Diklat Pupuk Kaltim.

Dilanjut sosialisasi tata cara pengajuan dan pengembalian modal pinjaman yang disampaikan oleh Cantri Winarti selaku Staf Departemen CSR. Berlanjut sosialisasi pengenalan produk Pupuk Kaltim yang disampaikan oleh Ajang Christianto dari Departemen Pelayanan Komunikasi Produk (Yankomduk) Pupuk Kaltim.

Sebelumnya General Manager Umun PT Pupuk Kaltim Nur Sahid dalam sambutannya mengatakan, pinjaman modal kerja kepada pelaku usaha kecil telah dilakukan sejak 1989 silam. Utamanya kepada masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan yang ingin mengembangkan potensi usahanya.

"Input yang diberikan adalah bantuan pinjaman dengan tingkat bunga rendah, yaitu 3% untuk usaha kecil yang belum bisa memenuhi kategori untuk meminjam di bank," kata Nur Sahid

Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan modal kerja kepada usaha kecil sehingga dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjadi pengusaha yang tangguh dan mandiri. 

Menurutnya, program ini membawa dampak yang signifikan bagi perkembangan perekonomian masyarakat Bontang. Hal ini dibuktikan dengan semakin baiknya taraf hidup masyarakat. 

"Hingga periode April 2018, Pupuk Kaltim telah menyalurkan bantuan pinjaman modal kerja senilai 2,13 Miliar kepada 72 orang Mitra Binaa," kata Nur Sahid

Program ini bekerjasama dengan Kompartemen Pemasaran yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan sawit. "Sebagian modal kerja yang diterima oleh Mitra Binaan digunakan untuk pembelian pupuk NPK Non Subsidi," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Nur Sahid, sejauh ini Pupuk Kaltim juga telah menyalurkan dana hibah teknik Produksi, Managerial, Pemasaran, Bina Lingkungan dan Bina Wilayah.

 "Total hibah yang telah disalurkan hingga Maret 2018 senilai Rp1,63 Miliar, tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas produksi yang dihasilkan Mitra Binaan," lanjut Nur Sahid. 

Pupuk Kaltim tidak sekedar memberikan bantuan modal usaha, tetapi Mitra Binaan juga terus didorong agar memiliki kemampuan untuk menjadi pengusah yang mandiri.

Sementara itu, Zulaiha seorang anggota Mitra Binaan asal Rantaupulung, Kabupaten Kutai Timur berterima kasih kepada Pupuk Kaltim karena telah membantu mereka mengembangkan usahanya.

Ia mengaku pinjaman modal kerja yang disalurkan perusahaan sangat berarti.  karena mayoritas penduduk yang berada di wilayahnya memiliki perkebunan kelapa sawit dan usaha sembako. 

"Dana ini akan kami pakai untuk membeli pupuk dan biaya pendidikan bagi anak-anak kami," pungkasnya. 

Sekedar informasi, selain dihadiri General Manager Umum PT Pupuk Kaltim Nur Sahid yang didampingi Manager CSR Pupuk Kaltim Dwi Pudyasmoro dan Udiyanto selaku Superintendent Bina Lingkungan dan Kemitraan Departemen CSR. 

Hadir pula Staf Departemen Pelayanan dan Komunikasi Produk Ajang Christrianto, Superintendent Tata Kelola Perusahaan Departemen Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko (TKP MR) Damarsasi, Superintendent Manajemen Pengetahuan, Departemen Diklat dan Manajemen Pengetahuan Widodo. Staf Departemen CSR Cantri Winarti, serta sejumlah anggota mitra binaan dari Bontang dan Kutim.

Adapun Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang disalurkan Pupuk Kaltim sebagai modal pembinaan antara lain : 

1. Memberikan pinjaman modal kerja kepada usaha kecil dan usaha mikro dengan tingkat bunga flat sebesar tiga persen. 

2. Memberikan pendidikan dan pelatihan meliputi pelatihan teknik produksi, manajerial, penelitian, magang dan lain-lain dalam rangka meningkatkan mutu atau kualitas produk yang dihasilkan usaha kecil serta untuk meningkatkan manajemen kewirausahaan. 

3. Membantu meningkatkan pemasaran dan promosi hasil produk mitra binaan.

4. Memberikan bantuan sesuai dengan ruang lingkup dalam program Bina Lingkungan diantaranya bantuan korban bencana alam, pendidikan atau pelatihan, peningkatan kesehatan, pengembangan prasarana dan sarana umum, sarana ibadah, pelestarian alam, dan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan. (ADV

Reporter - Sena | Editor : Sena


share on: