Pupuk Kaltim Tingkatkan Prokduktifitas Petani Jember!

share on:
Direktur Komersil PT Pupuk Kaltim, Gatoet Gembiro Noegroho (kiri baju Putih biru) Menyerahkan Pupuk NPK Pelangi Kepada Ketua Kelompok Tani Sekaligus Ketua Pimpinan KTNA Jember, Makmur Sucipto (kanan baju biru) foto-Humas Pupuk Kaltim

Jember,-  Melalui program Demonstration Plot (Demplot), PT Pupuk Kaltim turut berperan dalam pengembangan budidaya padi di Kabupatn Jember, Jawa Timur.


Hal ini terlihat pada panen raya di demplot Pupuk Kaltin yang terletak di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (21/7) pagi. Turut dihadiri Direktur Komersil Pupuk Kaltim Gatoet Gembiro Noegroho beserta staff, Asisten II Administrasi Pembangunan Pemkab Jember Edy B Susilo beserta jajaran,  Ketua Kolompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jember Sucipto, serta seluruh undangan.

Jajaran Direksi PT Pupuk Kaltim Panen Raya di demplot Pupuk Kaltin, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. (Foto-Humas Pupuk Kaltim)


Direktur Komersil PT Pupuk Kaltim,  Gatoet Gembiro Noegroho mengungkapkan, terapan teknologi dan pola pemupukan yang berimbang pada tanaman padi dinilai mampu meningkatkan produktivitas panen yang signifikan.


 “Sejak 21 April 2018 lalu kami melakukan kegiatan Demplot di atas lahan seluas 1 hektar. Hasilnya setelah menggunakan pola pemupukan berimbang, produksi padi melonjak signifikan,” kata Gatoet. 


Lebih lanjut Gatoet menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan penugasan dari Kementerian BUMN untuk ikut terlibat dalam upaya meningkatkan produksi padi di wilayahn Indonesia.


“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani padi di sini. Jadi kami tidak hanya memenuhi kebutuhan pupuk bagi daerah Jember saja, tapi juga menjalankan fungsi BUMN sebagai agen pembangunan dan perubahan dengan membantu petani meningkatkan produktivitasnya lewat bimbingan teknis, rekomendasi pemupukan serta bantuan-bantuan lewat program CSR”, kata Gatoet.


Adapun jenis tanaman padi yang dibudidayakan adalah padi varietas Sertani 9 dan Logawa dengan jarak tanam 40x30, serta padi varietas Logawa dengan jarak tanam 20x20.


Dalam kegiatan demplot ini, Pupuk Kaltim mengimplementasikan pola pemupukan dengan menggunakan pupuk NPK Pelangi 20-10-10 sebanyak 300 kg per hektar dan pupuk Urea Granul Daun Buah sebanyak 200 kg per hektar.


Penerapkan pola tersebut terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan yang mencapai angka 9,6 ton per hektarnya khusus padi jenis varietas Sertani 9.


Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan hasil panen sebelumnya yang hanya menghasilkan 7 ton per hektar. Begitu pula dengan padi jenis varietas Logawa yang mengalami peningkatan dari  8 ton per hektar menjadi 10,6 ton per hektar.


Selama berlangsungnya demplot, para petani juga dimanjakan bantuan pupuk dan edukasi pemupukan supaya menghasilkan produksi yang optimal. Tidak hanya itu, hasil panen juga diserahkan sepenuhnya kepada petani. 


"Pada dasarnya, pemupukan yang telah dilakukan petani sebelum demplot sudah baik. Namun dengan edukasi yang diberikan oleh Pupuk Kaltim, tidak hanya mampu menghemat biaya pupuk saja, namun juga mampu meningkatkan hasil panen," ujarnya.


Gatoet melanjutkan, "hasil formula pemupukan yang terbaik akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah sebagai rekomendasi kami untuk budidaya padi di daerah ini selanjutnya,” terangnya. 


Diketahui, NPK Pelangi 20-10-10 memiliki kandungan unsur hara yang berimbang dan sangat cocok untuk tanaman padi. Adapun kegiatan demplot dilakukan melalui beberapa aplikasi pemupukan selama satu periode tanaman padi. Selanjutnya pengamatan tanaman dan evaluasi hasil panen akan dibantu oleh tenaga penyuluh pertanian setempat. 

Reporter - Sena


share on: