Reog Ponorogo dan Pencak Silat PSHT Ikut Meriahkan Pembukaan TMMD 102 Bontang

share on:
Penampilan Reog Ponorogo dan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) usai upacara pembukaan TMMD ke-102 Bontang

BONTANG, Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) 102 Bontang disambut antusias masyarakat. Sejumlah perggelaran seni budaya pun ikut ambil bagian dalam menyemarakkan dan mendukung program ini.

 

Salah satu diantaranya ialah Reog Ponorogo dan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).  Keduanya menampilkan atraksi mengesankan nan memukau seusai upacara pembukaan dilaksanakan, di Lapangan Mangrove Salebba, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Senin (10/7) pagi.

 

Atraksi mereka terbilang ekstrim dan unik. Pencak Silat PSHT misalnya, dengan praga mematahkan es balok dengan tangan membuat tamu undangan takjub dan sesekali bersorai sambil bertepuk tangan.

 

Lain lagi dengan Reog
Ponorogo, salah satu kesenian tradisional yang sangat terkenal di Jawa Timur, Ponorogo khususnya ini menampilkan beberapa tokoh seperti Warok, Barongan, Ganongan

 

Pimpinan Kesenian Reog Ponorogo Bontang, Sumaji mengatakan kali ini mereka menampilkan tari giring-giring asal Suku Dayak dan tari jepen khas Kalimantan Timur. "Kedua tarian ini dianggap serasi dengan tema TMMD, yakni Manunggal Membangun Generasi 
Milenial," ujarnya.

 

Sekedar diketahui, dalam upacara pembukaan TMMD 102 Bontang ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan naska program TMMD antara Wali Kota Bontang dengan Dandim 0908 Bontang, Letkol Arhanud Gunawan Wibisono, yang juga selaku Dansatgas TMMD ke -102 Bontang.

 

Selanjutnya penyematan tanda peserta dan sarana kerja secara simbolis oleh Wali Kota Bontang selaku pimpinan upacara. Dilanjut peninjauan kegiatan bakti sosial serta penyuluhan kesehatan dan pembangunan turap sungai di Kelurahan Api Api, Kecamatan Bontang Utara.

 

Adapun pembangunan fisik pada TMMD 102 tahun ini meliputi, penurapan Sungai Bontang yang berlokasi di Kelurahan Api-Api, pembangunan turap di lokasi Masjid Nurul Jariyah Loktuan, serta pemasangan paving block di Gereja Kemah Injil Indonesiaaleluya (GKII) yang berlokasi di Kelurahan Telihan, Bontang Barat.

Sedangkan untuk non fisik terdiri dari sosialisasi wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, sosialisasi kerukunan hidup beragama, sosialisasi bahaya laten komunis (balatkom) dan radikalisme, penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan hukum dan kamtibmas, serta bahaya bencana dan kebakaran hutan dan lahan.

Reporter - Sena


share on: