Saksi Gerindra Tidak Tandatangani DA, Pleno Kota Di Stop Sementara

share on:
Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Dan Penerapan Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Bontang Di Stop Sementara

UPDATE.BONTANG - Pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penentapan hasil penghitungan suara tingkat Kota Bontang yang selengarakan KPU hari ini, Minggu (5/5/2019) di stop sementara hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Protes dari saksi pasangan calon presiden nomor urut 2 menghalangi dibukanya pleno oleh Ketua KPU Bontang, Erwin.

Hal tersebut lantaran masih ada dokumen DA di tingkat pleno Kecamatan Bontang Utara yang belum ditandatangani oleh saksi partai Gerindra.

Syahril, saksi paslon 2 mengatakan pleno belum bisa dimulai jika saksi kami belum memberikan keterangan penyebab tidak di tandatanganinya berkas tersebut. Belum lagi indikasi adanya pembengkakan suara dari DPTb dan DPK yang sangat signifikan.

"Sekarang kami lagi mencoba hubungi saksi yang kemarin bertugas, Erna dan Ardiansyah biar jelas dulu kenapa tidak bertandatangan. Tapi selain itu ada yang lebih penting yaitu pembengkakan suara dari DPK sebesar 6.678 suara, sehingga akan kami diskusikan pada pleno hari ini," jelas Syahrir.

Sementara itu Ketua KPU Bontang,  Erwin pihaknya tengah menyiapkan berkas DA untuk memastikan pelaksanaan pleno bisa dimulai.

"Kita lagi siapkan berkas DA dan mulai pleno, karena sebenarnya ada atau tidaknya tandatangan salah satu saksi tidak menjadi masalah," tegasnya.

Pernyataan berbeda disampaikan Ketua PPK Bontang Utara, Yohanes. Dikatakannya permasalahan ini bukan hal serius, hanya pemasalahan teknis saja.

" Cuma masalah teknis aja sebenarnya. Jadi saat pleno dokumen DA itu tertinggal, baru ketahuan pas mau tandatangan, nah... Ardiansyah itu minta dispensasi untuk pulang lebih duluan karena masuk malam," paparnya.

Hingga berita ini diterbitkan pelaksanaan pleno belum juga dimulai.

 


share on: