Sofyan Hasdam Ikut Sosialisasi Kesehatan di Pembukaan TMMD

share on:
Mantan Wali Kota Bontang dua Periode, Andi Sofyan Hasdam Memberikan Penyuluhan Kesehatan kepada Mahasiswa KKN dan anggota Pramuka pada acara Pembukaan TMMD ke-102 bontang, Selasa (10/7/2018)

UPDATE,BONTANG,- Mantan Wali Kota Bontang dua periode, Andi Sofyan Hasdam turut mendukung kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102. Salah satu bentuk dukungannya yaitu turut mensosialisasi seputar kesehatan di acara pembukaan TMMD, Selasa (10/7).


Dalam kesempatan itu, Sofyan mengajak masyarakat Bontang untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan kerja bakti. Selain itu, setiap warga juga diminta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (HBS).


“Mari kita sama-sama jaga lingkungan kita agar menghindari dari penyakit yang tidak ita inginkan,” pesannya. 


Tak sampai disitu, suami Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni itu bahkan memberikan tantangan kepada peserta. Ia meminta peserta berkomunikasi dengannya melalui pesan Whatsap selama satu minggu.

 

"Mulai sekarang anda (peserta red) wajib laporkan kegiatan kebersihan dilingkungan masing-masing. Setelah itu saya akan mengunjungi rumah anda untuk membuktikan laporan anda itu kepada saya," terangnya.


Sebagai informasi, program TMMD ke-102 ini dilaksanakan selama sebulan mulai 10 Juli-8 Agustus 2018. Tujuannya, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Selain itu juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. 


Kegiatan TMMD ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik, menyasar penurapan Sungai Bontang yang berlokasi di Kelurahan Api-Api, pembangunan turap di lokasi Masjid Nurul Jariyah Loktuan, serta pemasangan paving block di Gereja Kemah Injil Indonesia Haleluya (KIIH) di Kelurahan Telihan.


Adapun kegiatan non fisik, terdiri dari sosialisasi wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, sosialisasi kerukunan hidup beragama, sosialisasi bahaya laten komunis (balatkom) dan radikalisme, penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan hukum dan kamtibmas, serta bahaya bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (*)

Reporter - Sena


share on: