Tahun 2018, PAD Bontang Meningkat 29 Miliar

share on:
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni usai menghadiri rapat paripurna penyampaian nota pertanggungjawaban APBD 2018 di Kantor DPRD Bontang, Selasa (11/6) siang.

UPDATE BONTANG,- Upaya pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 menunjukkan tren positif. Tren tersebut dipicu oleh meningkatnya pos pendapatan yang bersumber dari pajak daerah dan pendapatan lain-lain PAD yang sah.

"Pendapatan daerah meningkat sebesar Rp 29 miliar dibandingkan 2017 lalu," kata Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni usai menghadiri rapat paripurna penyampaian nota pertanggungjawaban APBD 2018 di Kantor DPRD Bontang, Selasa (11/6) siang.

Kendati demikian, Neni menyebut PAD yang bersumber dari retribusi dan pendapatan hasil kekayaan daerah yang dipisahkan menurun dari target. Misalnya, penerimaan Retribusi daerah yang semula ditarget bisa mencapai Rp 4,18 miliar lebih ternyata terealisasi hanya sebesar Rp 3,98 miliar.

Pun demikian dengan pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yang semula di target dapat mencapai Rp 5,265 miliar lebih, namun tahun kemarin realisasinya hanya mampu di angka Rp 4,779 miliar lebih.

Kendati dua faktor pendapatan daerah tersebut menurun, namun Neni menyambut angka penurunannya tidak terlalu signifikan, karena masih mampu tertutupi pos pendapatan lainnya.

“Memang kita perlahan tingkatkan potensi pendapatan daerah, walaupun sekarang pembiayaan operasional masih 70 persen bergantung dari transfer pemerintah pusat,” lanjutnya.

Wali Kota Neni mengklaim, pemerintah bisa saja mendongkrak PAD, tetapi prinsipnya tidak ingin membebani masyarakat. "Misalnya dari pajak bangunan, kita bisa tarik tinggi. Tapi tidak kita lakukan karena tak ingin membebani masyarakat,” lanjut dia.

Pemerintah secara persuasif mengajak wajib pajak agar taat bayar dan patuh terhadap regulasi yang ditetapkan pemerintah. Neni menilai tingkat kepatuhan pembayaran pajak di Bontang cukup baik.

"Memang masih ada beberapa wajib pajak, belum sempurna membayar pajak mereka ke daerah. Bahkan ada yang sebetulnya mampu tetapi tidak mau bayar pajak," lanjutnya.

Terlepas dari hal itu, Neni berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan PAD Kota Bontang disektor pajak. Namun prinsipnya tidak memberatkan masyarakat. Hal itu menyusul sumber pendapatan dari pajak daerah masih didominasi dari perusahaan, seperti pajak penerangan jalan.

Wartawan : Sena


share on: