Tiga Nelayan Bontang Lolos Dari Maut

share on:
Tiga Nelayan yang sempat terombang-ambing di tengah laut dievakuai menuju Dermaga Mangrove Park Berbas Pantai

UPDATE BONTANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang berhasil mengevakuasi tiga nelayan, yakni Indra (40), Syarifuddin (45), dan Udin Pradana (42), yang sempat terombang-ambing selama kurang lebih lima jam di sekitar perairan Tanjung Santan, Jumat (21/6) malam.

Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani kepada updateindonesia.com menyebutkan, sebelumnya ketiga Nelayan tersebut  berlayar dari Samarinda menuju Bontang.

Namun sesampainya di titik Koordinat SO 29'8.9844.E'117,9.58.29 atau selepas dari perairan Tanjung Satan, tiba-tiba mesin kapal mereka mengalami kerusakan.

Akibatnya, ketiga ABK Kapal tersebut terbawa arus selama kurang lebih Empat jam di tengah laut. Beruntung, salah satu dari korban sigap meminta bantuan dari pihak BPBD Bontang

"Kami mendapat kabar sekitar Pukul 21.33 WITA. Salah satu  korban menghubungi anggota BPBD yang sedang patroli," ucap Ahmad Yani.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Rescue BPBD Batang kemudian bergegas menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban beserta kapalnya.

"Kapal korban kami tarik menggunakan tag but menuju Dermaga Mangrove Park Bebas Pantai," terang Ahmad Yani.

Saat dikonfirmasi,  salah satu dari korban, Syarifuddin (40) membenarkan hal itu. Warga Jalan Sultan Hasanuddin RT 04 Gang 7 Kelurahan Berbas Pantai Kecamatan Bontang Selatan itu sendiri tak menyangka peristiwa mencekam itu bisa menimpanya. Pasalnya kapal tersebut baru saja ia beli dari salah seorang rekannya di Samarinda.

"Kapal itu baru saya beli di Samarinda untuk digunakan menangkap ikan di Bontang. Kemudian kami berangkat dari Samarinda sekitar pukul 13.00 WITA Jumat siang. Dan selepas Perairan Tanjung Santan mesin kapal tiba-tiba mendadak mati. Waktu kejadiannya sekitar pukul 20.00 WITA," kata Syarifuddin saat ditemui usai dievakuasi tim BPBD menuju Dermaga Mangrove Berbas Pantai.


share on: