Tinjau Proyek Jargas Bontang, Kemenko Bidang Kemaritiman Minta Semua Pihak Tingkatkan Koordinasi

share on:
Asisten Deputi Sumber Daya Mineral Energi dan Non Konvensional, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam Dan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Amalyos (kanan) didampingi Direktur BME Kasmiran Rais (kiri)

UPDATE.BONTANG,- Persoalan pembangunan jaringan gas rumah tangga menjadi perhatian khusus Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia saat ini. Karena selain menjadi bagian dari tugas pokok juga mendapat instruksi khusus Pemerintah Pusat.

 

“Secara reguler pembangunan infrastruktur jaringan gas rumah tangga dipantau langsung Presiden Joko Widodo, dan perkembangannya wajib kita laporkan setiap 6 bulan sekali,” kata Asisten Deputi Sumber Daya Mineral Energi dan Non Konvensional, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam Dan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Amalyos dalam kunjungan kerjanya ke lokasi infrastruktur Jargas Bontang  Kaltim, Kamis (27/9).

 

Menurutnya persoalan pembangunan jaringan gas yang melanda Bontang bukanlah persoalan serius. Ia mengingatkan faktor utama yang harus ditingkatkan pemerintah daerah saat ini adalah koordinasi, sinkronisasi dan integrasi program dengan semua pihak demi kelancaran proyek strategis nasional tersebut.

 

“Hasil perkembangan di lapangan tampaknya perlu ada koordinasi, sinkronisasi dan integrasi program dengan semua pihak yang terlibat supaya capaian percepatan infrastruktur Jargas di Bontang segera tercover,” tambahnya.

 

Ia tidak memungkiri timbulnya segala persoalan terhadap proyek tersebut. Dari itu pihaknya berusaha mengawal mulai sisi pelaksanaan hingga ke tingkat pengawasan supaya kebijakan proyek nasional bisa segera tercapai.

 

“Memang banyak kendala baik itu dipusat maupun didaerah untuk itu kami lakukan jemput bola dengan meninjau langsung ke lapangan untuk menengahi sejumlah persoalan terjadi,” tambahnya.

 

Khusus penyelesaian pembangunan jaringan gas rumah tangga di Kota Bontang, pihaknya berencana memanggil sejumlah pihak yang terlibat guna mencari solusi terbaik.

 

“Dalam waktu dekat ini kami akan memanggil kontraktornya, kemudian pihak Pertagas selaku pemberi tugas, dan Dirjen Migas untuk bersama-sama mencarikan solusi terbaik karena masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor sampai 29 Februari 2019,” tutup Amalyos. (*)

Sena Arizona


share on: