Tuntutan Diakomodir, Supir Truk Akhirnya Membubarkan Diri

share on:
Ratusan sopir truk minta Aparat Kepolisian turun tangan menindak penyedot atau Pengetap BBM Solar Subsidi di SPBU

UPDATE BONTANG - Polres Bontang bakal menempuh langkah tegas dalam menanggapi aduan dari sopir truk yang merasa dirugikan dengan kehadiran para penyedot atau pengetap BBM Solar bersubsidi di sejumlah SPBU.

"Aduan dari sopir truk kita tampung sebagai bahan penyelidikan kedepan," kata Kasat Intel Polres Bontang AKP Ibnu Tri Yuniarto didampingi Kasat Reskrim AKP Ferry Potra Samodra saat menerima aduan para sopir truk di Ruang SPKT Polres Bontang, Rabu (29/5) siang.

Sebelumnya, sejak pukul 10.00 WITA, ratusan sopir truk yang tergabung dalam organisasi Persatuan Leveransir Bahan Bangunan (PLBB) berkumpul di Jalan Flores kemudian konvoi menuju SPBU untuk menyampaikan aspirasinya sambil membentangkan spanduk bertulis "Hentikan Siluman Penyedot Solar Subsidi di SPBU".

Dalam aksinya, para sopir truk meminta ketegasan pengurus SPBU supaya berkomitmen untuk tidak melayani penyedot atau pengetap BBM Solar bersubsidi. Setelah menyampaikan aspirasinya di sejumlah SPBU, para sopir truk kemudian kembali berkumpul di depan Polres Bontang untuk meminta kepastian hukum. Disini mereka sempat menutup jalan karena merasa tidak menemukan solusi.

Limbong selaku Sekretaris PLBB dalam keterangannya kepada awak media mengatakan sejatinya aksi damai ini dilakukan lantaran telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak SPBU. Namun hanya  tiga hari berjalan normal.

"Kami terpaksa turun melakukan demo karena merasa tidak ada tempat mengadu selain kepada aparat kepolisian," terangnya.

Limbon bahkan mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti berupa dokumen foto terkait pengisian BBM Solar bersubsidi yang tidak sesuai standar di sejumlah SPBU di Bontang.

Penyedot atau pengetab itu bukan hanya dugaan.  Banyak bukti foto yang diambil oleh para supir truk yang tidak sesuai dengan standar. Misal mobil Innova, mereka bisa mengisi sampai sejuta dua juta. "Sudah berapa ratus liter itu," katanya. Sedangkan kapasitas tangki mobil Innova hanya 50 liter.

Itu belum termasuk pengetab yang datang dari luar kota, seperti mobil Box yang dari Samarinda. "Sistem kerja mereka sekali melakukan pengisian di SPBU langsung di switch menggunakan pompa ke tandon. Ini yang sering terjadi akhir-akhir ini," lanjutnya.

Buntutnya, para sopir truk kewalahan mendapatkan BBM Solar Subsidi. Padahal kami sangat butuh solar. Menurut Limbon, demi bisa mendapatkan solar, sopir truk kadang harus antri hingga berjam-jam. Ipun belum tentu dapat karena solar di SPBU sudah habis.

"Kami kadang tidak ada pemasukan karena kerjaan kita hanya mengantri di SPBU, itu pun belum tentu kebagian karena solar sudah habis. Jadi keinginan kami jelas,  hilangkan penyedot BBM di Bontang," tegas Limbon.

Kondisi serupa disampaikan Ical, Ketua PLBB. Ical menyebut hasil koordinasi yang telah beberapa dilakukan dengan pihak kepolisian jalan ditempat. Pasalnya ada kesan pembiaran.

"Aksi ini dilakukan karena ada mosi tidak percaya kepada pihak keamanan, dalam hal ini Polres Bontang yang terkesan melakukan pembiaran," terang Ical.

Wartawan : Sena


share on: