160 Triliun Perputaran Uang Selama Lebaran

share on:
ilustrasi-Radioidola

UPDATEINDONESIA.COM- Pengamat Ekonomi IndiGo Network, Ajib Hamdani memperkirakan, perputaran uang selama mudik lebaran Idulfitri 2022 mencapai Rp160 triliun.


Angka tersebut meningkat sekitar satu persen dari capaian perputaran uang pada momen mudik lebaran tahun lalu, yakni sebesar Rp150 triliun.


“Kalau kita melihat data tahun 2021, ada tambahan uang berputar pada momen lebaran, sebesar Rp150 triliun. Potensi yang berputar pada lebaran 2022 ini sebesar kisaran Rp160 triliun," kata Ajib dilansir Tirto, Rabu (4/5/2022).


Menurut Ajib Hamdani, perhitungan itu didapat dari jumlah pemudik yang diproyeksikan mencapai sekitar 80 juta orang, dengan asumsi rata-rata belanja mereka Rp2 juta per orang.


Bakhan, Bank Sentral Indonesia telah menyediakan uang tunai sebesar Rp175,26 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama mudik dan Idulfitri 2022.


Besaran itu naik 13,42 persen dari tahun sebelumnya. Uang tunai juga disediakan sejumlah bank lainnya. Misalnya, PT Bank Central Asia (BCA) yang menyediakan Rp58,12 triliun uang tunai.


Nilai tersebut naik 7 persen dari ketersediaan uang tunai di 2021. Lalu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyediakan uang tunai senilai Rp46,85 triliun untuk kebutuhan libur lebaran 2022. 


Kemudian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyiapkan uang tunai rata-rata Rp17,81 triliun per minggu untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2022.


"Stok uang tunai yang disediakan di tahun ini meningkat cukup signifikan yaitu sebesar 73,5 persen jika dibandingkan momen Idulfitri tahun lalu," pungkas Ajib.


Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy memprediksi jumlah pemudik pada lebaran tahun ini mencapai 80 juta orang. 


Muhadjir menilai mudik tahun ini akan meningkat signifikan dikarenakan ada sinyal 'balas dendam' setelah pemerintah meniadakan mudik lebaran selama dua tahun belakangan ini akibat pandemi.


“Dua tahun ini pemerintah tak menyiapkan kebijakan mudik. Tahun ini kita tata dan siapkan mudik sebaik-baiknya, dari aparat keamanan, penyelenggara transportasi sampai kesehatan," kata Muhadjir.


Terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir dalam sebuah pernyataan mengatakan, sebanyak 41 BUMN turut serta mendukung program mudik tahun ini. Dan lebih dari 40 ribu pemudik yang diberangkatkan dengan moda transportasi bus dan kereta api.


Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator, juga menyiapkan kuota mudik gratis sebanyak 21 ribu orang.


Selain itu, hasil survey yang dilakukan Kemenhub menyebutkan potensi peningkatan mobilitas masyarakat pada lebaran tahun ini mencapai 85 juta orang. 40 juta di antaranya menggunakan kendaraan pribadi. (*)