Angka pernikahan usia dini di Kaltim masih tinggi

share on:
Kepala DKP3A Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita (antara.com)

UPDATEINDONESIA.COM- Angka pernikahan usia anak di Provinsi Kalimantan Timur  masih tinggi yakni mencapai 1.159 anak berdasarkan data 2020. Terdiri dari terdiri dari 254 anak laki-laki dan 905 anak perempuan.

 Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim Noryani Sorayalita menyatakan, berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) 1 dari 4 anak perempuan di Indonesia telah menikah pada umur kurang dari 18 tahun.

Kami berupaya meminimalisir kejadian serupa,” ujarnya di Samarinda, sebagaimana dikutip antara.com.

Faktor penyebab terjadinya perkawinan usia anak antara lain sosial budaya, ekonomi, pendidikan, agama, sulit mendapatkan pekerjaan, pandangan dan kepercayaan, serta orangtua.

Kemudian berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) karena aspek pengembangan diri menjadi terhambat, bahkan bisa meningkatkan risiko terjadinya perceraian dan penelantaran karena usia yang belum matang.

"KDRT akibat pernikahan usia anak ini relevan dengan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni-PPA) DKP3A Kaltim, kasusnya data kekerasan terhadap perempuan dan anak per 1 Mei 2021 yang sebanyak 120 kasus," katanya.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya melakukan upaya pencegahan dengan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki sampai tingkat bawah, diantaranya sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak melalui Forum Anak.

"Pencegahan juga dilakukan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), 241 sekolah ramah anak, 61 puskesmas ramah anak, 21 tempat ibadah ramah anak, 11 ruang bermain ramah anak, dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)," ucap Noryani. (*)