Arogansi, Oknum Polantas yang Menendang  Pengemudi Ojol Dimutasi

share on:
oknum polantas dan si pengemudi ojol berdamai (screenshot FB)

UPDATEINDONESIA.COM,- Oknum polisi lalu lintas (polantas) di Bogor Kota yang viral karena menendang ojek online (ojol) dipindah tugaskan ke bagian administrasi yang tidak bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser membenarkan hal tersebut. Dia menyebut oknum polantas itu sudah dimutasi sebagai hukuman atas tindakannya. 

"Hari itu juga kita dimutasi ke bagian admin sumda (sumber daya)," kata Hendri, seperti dikutip detikcom, Minggu (6/10).

Hendri mengatakan, setelah dirinya tahu ada anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan kepada masyarakat, dia langsung mengeluarkan surat mutasi anggota. 

Alasan pemutasian oknum polisi itu lantaran emosinya yang tidak terkontrol. Mutasi itu disebutnya sebagai teguran tertulis untuk oknum polisi yang melanggar.

Diketahui, peristiwa itu bermula ketika ada pengamanan VVIP Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melintas di kawasan Tugu Kujang, Jalan Otista Kota Bogor, Sabtu (5/10/2019) siang.

Dalam rekaman video berdurasi 30 detik yang beredar, aksi oknum polisi berinisial RZ berpangkat Ipda itu terlihat kesal karena jalan yang seharusnya steril dan bersih dari kendaraan lain malah diterobos oleh ojol.

Oknum polantas yang kesal itu kemudian mendatangi dan menendang, memukul helm lalu mendorong badan sambil memaki si pengemudi ojol.

Padahal, sedari jauh pengemudi ojol itu sudah memohon-mohon minta maaf sambil membungkukkan badannya ke hadapan oknum polisi tersebut. Kejadian itu pun viral di linimasa media sosial.

Polres Bogor Kota akhirnya mempertemukan kedua belah pihak. Oknum polantas dan ojol masing-masing mengakui kesalahan dan sudah berdamai.

“Saya minta maaf atas sikap anggota saya itu,” pintahnya (**/Rus

Sumber :detik.com


share on: