B30 Mulai Didistribusikan Di Aceh

share on:
Pertamina distribusikan B30 di Aceh (Pertamina)

BONTANG – Setelah melakukan uji coba di Sumatera Utara pada Desember tahun lalu. Pertamina kembali mengimplementasikan Biodiesel 30 persen (B30) di Provinsi Aceh pada 9 Januari 2020.

B30 adalah pencampuran antara bahan bakar diesel atau solar dengan FAME (Fatty Acid Methyl Ester), yaitu bahan bakar nabati dari kelapa sawit. Komposisinya yaitu 70% solar dan 30% FAME.

Implementasi B30 mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No 227 Tahun 2019 tentang penetapan komposisi FAME dari B20 menjadi B30. Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan bahan bakar terbarukan tersebut.

Sesuai Perpres 191 tahun 2014, Biosolar B30 tergolong BBM bersubsidi yang peruntukannya hanya bagi usaha mikro, kapal nelayan dan pertanian.  Juga bagi kendaraan transportasi darat, kecuali mobil barang untuk pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam buah.

Khusus kendaraan yang tidak berhak menggunakan B30, Pertamina menyediakan Pertamina Dex dan Dexlite. Kedua BBM berkualitas ini, sejak 5 Januari 2020 lalu telah mendapat penyesuaian harga.

“Menyusul uji coba B30 di Sumatera Utara pada Desember tahun lalu, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menyalurkan B30 melalui tiga Fuel Terminal (FT) di Aceh. Yaitu FT Meulaboh, FT Lhokseumawe, dan FT Simeulue,” tutur Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I Pertamina Roby Hervindo, Jumat (17/1).

Ketiga Fuel Terminal (FT) di Aceh mendapat pasokan B30 dari Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung di Padang. Pencampuran solar dengan FAME dilakukan di IT Teluk Kabung.

"Selama bulan Januari 2020, FT Meulaboh dan FT Lhokseumawe telah menyalurkan sebanyak 536 kilo liter (KL) per hari untuk 41 SPBU dan enam SPBUN (nelayan) di tujuh kabupaten dan satu kotamadya," tuturnya.

Sedangkan FT Simeuleu telah menyalurkan sebanyak 49 KL per hari untuk satu SPBU dan dua APMS (agen premium, minyak tanah dan solar). (*/rus)

sumber-pertamina.com


share on: