Bersatu Hadapi Corona, Bisnis Percetakan Pun Ikut Produksi Masker

share on:
Situasi Dokter Printing di Jalan Wahid Hasyim 2 Samarinda, Kaltim

UPDATEINDONESIA.COM- Jika mendengar ada penjahit atau desainer yang beralih untuk memproduksi masker kain selama masa pandemi corana, mungkin itu hal biasa.

 

Tetapi bagaimana jika usaha percetakan yang melakukan itu. Nah, di kota Samarinda, Kalimantan Timur sebuah bisnis yang bergerak di bidang digital printing dan cutting laser ikut memproduksi masker kain yang tak lazim.

 

Konon, Dokter Printing di jalan Wahid Hasyim 2, tepat seberang Lapas kawasan Sempaja ini bisa memproduksi masker kain scuba tanpa jahitan menggunakan mesin cutting laser.

Diketahui Cutting Laser Machine  adalah Teknologi Mesin yang menggunakan Laser untuk memotong dan mengukir sebuah Benda atau Material tertentu, dengan bantuan Komputer sebagai perangkat kerja.

U

mumnya alat ini biasa digunakan untuk pekerjaan yang bersifat kreatif, seperti pembuatan Souvenir atau Merchandise yang terbuat dari Acrylic, Marmer, Kaca, Kayu, Kertas, Karet Stempel, Kulit Sintetik.

 

"Nah alat inilah yang digunakan untuk memotong kain scuba untuk masker," kata Kepala Dinas Perindustrian kota Samarinda, Muhammad Faisal, Sabtu (11/4) pagi. 

 

Jika dihitung dari segi ekonomis tentu modalnya tidak sesuai. Dalam sehari mereka mampu memproduksi sampai 6000 masker tanpa jahitan dengan harga jual yang sangat murah.

 

"Awalnya Rp2500 per unit masker, sekarang terpaksa dinaikkan menjadi Rp4000 karena harga bahan baku kain scuba di pasaran juga naik," ujar Faisal.  (*)

Sementara itu owner Dokter Printing Mohammad Bahzah mengatakan, usaha ini awalnya ia lakukan hanya untuk mengisi waktu karena orderan percetakan mulai sepi seiring dengan munculnya wabah corona.

 

“Sebenarnya ini hasil kreatif karyawan saja daripada mereka menganggur karena sepinya order di masa corona ini, namun ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat dalam seminggu ini," ujarnya.

 

Kondisi itu membuat salah satu dosen senior Universitas Mulawarman ini mempunyai semangat untuk terus memproduksi masker kain scuba secara massal.

 

"Mudahan dapat membantu disaat kelangkaan masker sekarang ini," tungkasnya. (*/rus


share on: