Bocah Penjual Jalangkote Korban Bully Dapat Hadiah Motor Listrik Dari Gubernur Sulsel

share on:
Bocah penjual jalangkote dapat sepeda motor listrik Foto: Instagram @nurdin.abdullah

UPDATEINDONESIA.COM- Rizal, bocah 12 tahun memang sempat jadi korban perundungan atau Bullying oleh sejumlah remaja di kampungnya, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

 

Namun nasib orang siapa yang tahu, tak lama setelah vidio perungannya viral di media sosial. Bocah penjual jalangkote itu kini mendapat simpati banyak pihak.

 

Setelah Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengutus timnya membawakan burger, makanan yang sangat diinginkan Rizal. Giliran Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang mengundang Rizal.

 

Rizal diundang ke rumah jabatan gubernur Sulsel untuk menerima bantuan beasiswa selama tiga tahun dan Motornya itu motor listrik serta uang santunan Rp500 tiap bulan.

 

"Saya secara pribadi berikan beasiswa untuk 3 tahun, sebulan dikasih Rp 500.000 dan satu unit motor listrik untuk digunakan Rizal dan keluarga,” ujar Nurdin saat bertemu dengan Riza di Rumah Jabatannya, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa (19/5).

 

Motor listrik kelir putih itu terlihat merupakan lansiran BF Goodrich dengan baterai yang mampu menempuh jarak 55 km dengan kecepatan maksimal 45 km/jam. Disadur dari laman situs resminya dijual dengan harga Rp 13,2 juta.

 

Nurdin mengaku prihatin atas bullying yang dialami Rizal. Untuk itu, pihaknya mengundang Riza untuk memberinya motivasi. Diketahui, Rizal merupakan tulang punggung keluarga.

 

Bocah kelas V SD itu tiap sore membantu orangtua menopang kebutuhan sehari-hari dengan cara berjualan jalangkote. Sayangnya, keseharian Rizal sempat menuai ledekan oleh pemuda setempat.

 

Satu dari tiga videonya yang menyebar luas di media sosial jelas terlihat bahwa Rizal diledek dan di bully oleh sekelompok remaja setempat.

 

Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap delapan pelaku. Para pelaku perundungan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak.

 

Pelaku utama, yakni Firdaus (26) dijerat dengan Pasal 80 Junto Pasal 351 KUHP UU Perlindungan Anak. Sedangkan tujuh pelaku lainnya yang berperan sebagai perekam dan pengunggah video dijerat dengan Pasal 76 Huruf C UU Perlindungan Anak. (*)


share on: