Bontang Dominasi Sektor PMA, Nilai Investasi Di Kaltim Lampaui Target

share on:
Puguh Harjanto-Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim

Samarinda- Realisasi investasi di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2020 mencapai Rp23,15 triliun. Melampaui target Rp21,30 triliun.

“Realisasi investasi berada di kisaran 108,69 persen,” tegas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto di Samarinda beberapa waktu lalu.

Selain itu, kata dia, khusus triwulan III (Juli-September). Realisasi investasi di Kaltim tercatat di angka Rp11,07 triliun. Rinciannya, PMDN sebesar Rp 9,06 triliun dengan 1.063 proyek. Sektor PMA sebesar USD 139,75 juta atau sebesar Rp 2,01 triliun dengan 254 proyek.

"Realisasi investasi triwulan III 2020 mengalami peningkatan sebesar 31,96 persen dibandingkan triwulan III 2019 sebesar Rp7,53 triliun," lanjut mantan Kepala DPMPTSP Kota Bontang ini.

Nilai investasi terbesar pada triwulan III berada di Kota Balikpapan dengan Rp7,56 triliun atau 83,48 persen dari keseluruhan investasi PMDN.

Disusul Kutai Kartanegara sebesar Rp578,44 miliar atau 6,38 persen. Kemudian Kutai Timur di urutan ketiga dengan Rp251,23 miliar atau 2,77 persen.

"Serapan tenaga kerja di Balikpapan masih yang tertinggi," tegas Puguh.

Serapan tenaga kerja di Balikpapan mencapai 2.532 orang. Kemudian disusul Kutai Kartanegara dengan 570 orang dan Penajam Paser Utara (PPU) 399 orang. Sehingga total serapan tenaga kerja (Indonesia dan asing) di Kaltim pada triwulan III mencapai 4.251 pekerja. 

Sementara realisasi investasi untuk sektor PMA triwulan III didominasi oleh Kota Bontang dengan capaian USD 55,61 juta (Rp800,79 miliar) atau berada di kisaran 39 persen dari total keseluruhan proyek PMA di Kaltim.

Balikpapan menjadi kontributor kedua setelah Bontang. Nilai investasi PMA di Balikpapan mencapai USD 28,82 juta atau setara Rp 41,95 miliar dengan 71 proyek. 

Kontributor ketiga ditempati Kutai Timur dengan nilai investasi USD 20,45 juta atau setara Rp294,47 miliar dengan jumlah 37 proyek PMA.

“Sektor usaha didominasi PMDN dengan nilai konstruksi Rp5,67 triliun. Sedangkan PMA didominasi oleh industri makanan USD 33,45 juta atau Rp481,61 miliar,” bebernya. (*)


share on: