BTG 12 Diduga Terpapar Covid-19 Di Polewali Mandar

share on:
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) kota Bontang, Bahaudin beberkan riwayat perjalanan kasus BTG 12 sebelum terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19, Selasa (19/5) petang.

UPDATEINDONESIA.COM- Jumlah kasus terkonfirmasi positif terjangkit virus corona atau Covid-19 di Bontang, Kaltim, kembali bertambah dari semula 11 menjadi 12 orang. Enam orang diantaranya telah dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahaudin dalam siaran persnya, Selasa (19/5) petang mengatakan, kasus terbaru dengan kode BTG12 merupakan laki-laki berusia 49 tahun. Dia memiliki riwayat perjalan dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Yang bersangkutan kemungkinan terpapar dari pamannya yang kontak erat saat pulang ke Polewali Mandar untuk merawat ibunya,” ujarnya. Diketahui paman BTG 12 meninggal dunia dengan status positif Covid-19 bersama 12 saudara lainnya di Polewali Mandar pada awal Mei 2020.

Selama perjalanan menuju Bontang, Kasus BTG 12 diantar oleh pamannya menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pada 8 Maret 2020. Kemudian naik pesawat Batik Air menuju Bandara APT Pranoto, Samarinda. Disana ia bertemu dengan anaknya untuk sama-sama menuju Bontang.

“Yang bersangkutan sempat salat di musala bandara sebelum bertolak ke Bontang bersama anak dan rekan anaknya menggunakan mobil travel carter. Kemudian singgah di masjid dekat pertigaan Muara Badak,” terang Bahaudin.

Selama di Bontang, BTG 12 sempat masuk kerja, berkunjung ke toko buah, bengkel mobil sejak 23 April. Namun, dia tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Pada 29 April, ia mendapat kabar duka dari kampung halamannya. Ibu BTG 12 meninggal dunia akibat pendarahan otak karena terjatih di kamar mandi.

Sepekan berselang, BTG 12 mendapat kabar bahwa hasil swab pamannya yang meninggal dunia positif COvid-19. Setelah itu BTG 12 kembali mendatangi Puskesmas Bontang Utara 2 untuk melakukan rapid test, dan hasilnya reaktif. Sejak saat itu BTG 12 berstatus ODP dan disarankan melakukan isolasi mandiri.

Kemudian, terhitung dari 16 Mei, BTG 12 diarahkan ke ruang isolasi Hotel Grand Mutiara. Hingga pada hari ini hasil swab BTG 12 terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19 dan langsung dipindahkan ke ruang isolasi RSUD Taman Husada.

Sementara hasil rapid test massal yang dilakukan Tim Gugus Tugas di pusat keramaian hari ini ditemukan 18 orang reaktif samar. Namun Bahaudin menekankan, 18 orang tersebut belum bisa divonis terinfeksi virus corona karena masih menunggu hasil uji swab. "Jadi, masyarakat patut waspada tetapi tidak perlu panik. Terpenting disiplin menjalankan protokol kesehatan," tegasnya. (rus)


share on: