Buaya Bontang Kembali Serang Warga

share on:
Andri (14) mendapat perawatan medis di RS PKT usai diterkam buaya, Kamis (17/9) petang. (dok. Bhabinkamtibmas Polsek Bontang Utara-AIPDA Ahmad Bajuri)

UPDATEINDONESIA.COM- Andri (14) harus berjibaku melawan serangan seekor buaya yang menerkamnya. Peristiwa itu terjadi saat ia sedang berenang bersama rekannya, yakni Luky (11) dan Andhika (11)  di perairan Kampung Mandar, RT 24, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (17/9), sekira pukul 17.30 Wita.

“Korban diterkam buaya saat berenang,” kata Bhabinkamtibmas Polsek Bontang Utara AIPDA Ahmad Bajuri saat dikonfirmasi via telepon seluler sesaat setelah kejadian.

Diungkapkan Ahmad Bajuri, buaya tersebut tiga kali menerkam korban. Pertama pada bagian kaki dan menyeretnya ke tengah pantai namun gigitan tersebut terlepas karena korban melawan.

Kemudian buaya tersebut kembali menerkam leher korban tetapi kembali lepas. Lalu gigitan terakhir pada bagian punggung akan tetapi korban kembali melawan dan berhasil melepaskan diri dari serangan reptil bertubuh besar itu.

“Korban memukul buaya itu menggunakan kayu bakau,” lanjut Ahmad Bajuri.

Setelah berhasil lolos dari sergapan binatang predator itu, korban bergegas naik ke pohon bakau kemudian dijemput oleh kedua rekannya menggunakan perahu. Saat ini korban sedang mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Pupuk Kaltim.

“Korban terluka parah pada bagian kaki, leher dan punggung,” ujar Ahmad Bajuri.

Ia meminta warga agar hati-hati dan waspada saat beraktivitas di bibir pantai. Begitupun bagi anak-anak agar kiranya tidak berenang di kawasan tersebut karena rawan terhadap serangan buaya.

“Di lingkungan situ, khususnya Loktuan dan sekitarnya yang ada di perairan masih banyak buaya berseliweran,” imbuhnya.

Dengan kejadian ini, lanjut Ahmad Bajuri, otomatis menambah daftar korban yang diserang buaya di Kelurahan Loktuan sejak 2015 silam. “Jumlah kejadian sejak tahun 2015 sekitar lima kasu dan semua buaya yang menyerang warga berhasil ditangkap. Mudahan-mudahan yang ini juga bisa tertangkap,” tutup Ahmad Bajuri. (*)


share on: