Bukan PKT Atau Badak, Tapi Dua Perusahaan Ini Yang Antar DPK Bontang Raih Predikat Terbaik di Kaltim

share on:
Kepala DPK Kota Bontang - Retno Febriaryanti (istimewa)

UPDATEINDONESIA.COM- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang sukses mempertahankan predikat terbaik di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam urusan peningkatan minat baca dalam dua tahun beruntun. Konon, minat baca masyarakat Bontang saat ini menempati posisi tertinggi di Bumi Etam, sebutan Kaltim.

 

Panji Keberhasilan Bidang Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2022 diserahkan oleh Gubernur Isran Noor kepada Wakil Walikota Bontang Najirah, tepat pada momen puncak HUT Kaltim yang ke-66.

 

Saat dikonfirmasi, Kepala DPK Kota Bontang Retno Febriaryanti merasa mempertahankan predikat terbaik lebih sulit dibanding menggapainya. Butuh waktu satu tahun menyiapkan seluruh elemen yang menjadi indikator penilaian. Itu belum termasuk tingkat persaingan dari perpustakaan daerah lain yang terus berkembang. 

 

"Namun berkat kerja keras tim, predikat tersebut bisa dipertahankan. Alhamdulillah merasa bersyukur dan bangga karena perpustakaan kami bisa kembali menjadi yang terbaik di Kaltim,” ucapnya, Selasa (17/01/2023).

 

Retno mengatakan dari beberapa indikator penilaian. Salah satu yang memberikan poin tinggi adalah kategori inovasi dan peningkatan mutu sarana membaca melalui kolaborasi dengan beberapa perusahaan. Sehingga pengunjung tidak hanya semakin meningkat tetapi juga merasa nyaman berada di perpustakaan.

 

"Selain inovasi, peningkatan akreditasi perpustakaan di sekolah dan kelurahan juga turut mendongkrak nilai DPK Kota Bontang," lanjutnya.

 

Sebab itu, DPK Bontang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) dan PT Indominco Mandiri (IMM) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tanggung jawab sosial perusahaan atau tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan terbatas (TJSL). 

 

Bersama PT KNI, DPK Bontang sedang membangun gedung Bontang Creative HUB. Bangunan dua lantai yang menelan biaya sekitar Rp1 miliar ini sebagai pusat pengembangan kreativitas masyarakat di Kota Taman, sebutan Bontang. Sedangkan melalui TJSL PT Indominco Mandiri, DPK Bontang merancang pojok pengetahuan untuk mengedukasi masyarakat tentang dunia pertambangan.

 

"Seluruh pembiayaan ditanggung oleh perusahaan. Kami berharap kedepan perusahaan lain ikut berkontribusi meningkatkan mutu dan kualitas layanan Perpustakaan kepada masyarakat," imbuhnya. (*)