Cadangan Air Bawah Tanah Bontang Menipis

share on:
Suramin - Direktur Perumda PDAM Tirta Taman Bontang

UPDATEINDONESIA.COM- Stok air baku bawah tanah Bontang kian menipis. "Jangankan untuk jangka panjang! Pemenuhan jangka pendek saja mengkhawatirkan," demikian pernyataan Direktur PDAM Tirta Taman Bontang, Suramin saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi III DPRD, Senin (16/11) pagi.

 

Padahal untuk tahun ini saja PDAM seyogyanya menyediakan 750 liter per detik untuk melayani 29.100 sambungan rumah (SR). Sayangnya produksi 8 sumur bor lambat laun terus menurun akibat faktor alam. Sehingga yang mampu terpunuhi hanya 550 liter per detik. Minus sekitar 200 liter per detik. 

 

"Harus ketersediaan cadangan air baku alternatif. Celakanya ranah PDAM hanya sebatas pengelolah. Yang memiliki kewenangan menentukan persediaan air baku adalah pemerintah daerah maupun Provinsi dan pusat," ujarnya.

 

Suramin lantas memaparkan hasil kajian forum air minum Kaltim Berdaulat 2020.  Setidaknya ada tiga lokasi yang direkomendasikan untuk pemanfaatan sebagai air baku pemenuhan air bersih di Bontang. Diantaranya Bendungan Marangkayu, Bendali Suka Rahmat, dan air permukaan bekas tambang PT Indominco Mandiri (IMM).

 

Rencana pembangunan Bendungan Marangkayu nantinya terbagi menjadi dua sesi. Tahap pertama mulai dikerjakan tahun ini dan diperkirakan selesai Oktober tahun depan dengan kapasitas air baku sekitar 30.300 liter per detik. 

 

Tahap selanjutnya direncanakan mulai dibangunan Januari 2023 sampai bulan Juli 2024 dengan kapasitas total keseluruhan air baku 4.500 liter per detik. Namun hingga saat ini wacana Bendungan Marangkayu dan Bendali Suka Rahmat terkendala pembebasan lahan.

 

Sedangkan rencana pemanfaatan air permukaan eks kolam tambang yang diproyeksikan pemenuhan kebutuhan air baku jangka panjang dengan  kapasitas sekitar 21 juta liter per detik masih menunggu kajian kualitas air dari PT IMM. "Hasilnya uji laboratorium diperkirakan selesai pada April tahun depan," tutur Suramin.

 

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Abdul Malik menilai potensi pemanfaatan air permukaan eks kolam tambang PT Indominco Mandiri (IMM) menjadi opsi paling memungkinkan terwujud diantara dua rekomendasi sebelumnya.

 

Sebab selain ketersediaan stok air permukaan yang melimpah. Dua daerah tetangga seperti Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara juga sudah melakukan metode tersebut.  Apalagi tinggal menunggu hasil kajian kualitas air dari PT Indominco Mandiri. (*)


share on: