Canangkan SDM Unggul, SKK Migas Dorong Pengembangan Tenaga Kerja Lokal

share on:
SKK Migas komitmen pegang pemberdayaan tenaga kerja dari dalam negeri (Foto: Dok. SKK Migas).

UPDATEINDONESIA.COM,- SKK Migas terus mendorong kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) melakukan rekrutmen pekerja dari warga sekitar wilayah kerja. Hal itu diberlakukan guna mengoptimalisasi tenaga kerja lokal di industri migas yang berdaya saing di level global.

 

Syaratnya, KKKS  diminta memberikan pelatihan dan keterampilan terhadap warga di sekitar wilayah kerja supaya mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Hal itu sejalan dengan UU No 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

 

Yang berbunyi pengembangan kapasitas dan kapabilitas SDM lokal karena mempunyai peranan penting mewujudkan tujuan pembangunan nasional serta kemajuan industri hulu migas.

 

“Sistem ini sejalan dengan arahan presiden yang menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal di industri hulu migas,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, seperti dikutip kumparan.com.

 

Bahkan kata dia, belum lama ini Presiden Jokowi meminta SKK Migas memprioritaskan pekerja lokal. Salah satunya di proyek pengembangan lapangan gas Blok Masela yang dikelola oleh Inpex Corporation,  Investor asal Jepang.

 

"Disana, diminta memperbanyak konten lokal dalam pembangunan ladang gas yang terletak di perairan Arafura, Maluku. Selain itu, Jokowi juga berpesan agar mereka memberdayakan tenaga kerja di daerah setempat," lanjut dia. 

 

Upaya pengembangan talenta-talenta lokal tidak hanya menjadi kewajiban SKK Migas. Peran pemberdayaan pekerja ini juga harus didukung seluruh pihak. 

 

Sebab, disamping memberikan pelatihan dan keterampilan, peran pemerintah juga diperlukan dalam menyediakan kurikulum pendidikan vokasi, khususnya di industri migas supaya tercipta SDM unggul dan berdaya saing.

 

Apalagi, tahun ini pemerintah punya target mengembangkan SDM unggul dalam meningkatkan kompetisi di level global. Ini sejalan dengan tuntutan industri hulu migas yang SDM maupun teknologinya selalu ditantang untuk selalu memiliki kompetensi tinggi sesuai standar kerja.

 

Hingga saat ini, komitmen pemberdayaan tenaga kerja dalam negeri tetap dipegang oleh SKK Migas dengan mempertahankan rasio penggunaan tenaga kerja asing (TKA) tidak lebih dari 4 persen. 

 

Kendati demikian, SKK Migas juga tetap tetap memberikan ruang tenaga kerja dari luar negeri dengan syarat harus melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Hulu Migas (LSP Hulu Migas). 

 

"LSP Hulu Migas tersebut merupakan wadah kegiatan pengembangan kompetensi SDM melalui program sertifikasi kompetensi kegiatan industri hulu migas. Karena proyek strategis nasional maka seluruh program KKKS harus melalui persetujuan dari pemerintah yang diwakili SKK Migas," lanjutnya. 

 

Berdasarkan data SKK Migas, tenaga kerja asing di industri hulu migas persentasenya sangat kecil dibandingkan dari dalam negeri. 

Sebagai perbandingan, jumlah tenaga kerja asing di sektor hulu migas pada 2016 hanya sebanyak 668 orang. Setahun berikutnya 405 orang dan tahun lalu sebesar 337 orang.

 

Jumlah anak bangsa yang menjadi pekerja di sektor hulu migas pada 2016 mencapai 29.863 orang, kemudian di tahun 2017 sebanyak 26.811 orang dan di tahun 2018 mencapai 24.739 orang. Sedangkan semester I tahun 2019 tetap prioritas yakni sebanyak 22.345 orang. 

 

"Mayoritas tenaga kerja asing berada pada usia expert yakni di atas 45 tahun dan berperan pada rumpun fungsi proyek seperti operasi dan engineering. Sementara SDM lokal berada di usia produktif dengan terus mendapatkan pengembangan," lanjutnya.

 

Tak hanya itu, SKK Migas juga memberikan program technical development exchange (TDE) yakni meningkatkan kualitas SDM lokal melalui pertukaran tenaga kerja asing tujuannya untuk memenuhi kompetensi berstandar internasional.

 

Direktur Eksekutif ReforMiners Institute, Komaidi Notonegoro menilai, peran tenaga kerja lokal dibutuhkan dalam meningkatkan pembangunan nasional.

 

Meski begitu, optimalisasi peran tenaga kerja nasional juga harus didukung dari segi investasi di tengah rendahnya harga minyak dunia saat ini. Pasalnya apabila dilihat dari kurun waktu tiga tahun terakhir, pekerja migas terus menurun. 

 

Untuk mendukung investasi, pemerintah diharapkan terus berbenah supaya proses perizinan usaha lebih mudah serta memberikan kepastian investasi sehingga mampu mendongkrak pemberdayaan SDM lokal.

 

“Kemudahan berinvestasi dan kepastian regulasi merupakan salah satu kunci untuk menarik investasi masuk sehingga pada akhirnya dapat kembali menyerap tenaga kerja,” tutur Komaidi Notonegoro. (Rus

Sumber : Kumparan


share on: