Capella Ubud Bali Dinobatkan Sebagai Hotel Terbaik Dunia, Apa Saja Keistimewaannya?

share on:
Hotel Capella Ubud, Bali

UPDATEINDONESIA.COM- Terletak di tengah hutan di Desa Keliki, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali, membuat Hotel Capella Ubud jadi primadona bagi pengunjung.

Tak tanggung-tanggung, rancangan arsitek Bill Bensley ini dinobatkan sebagai hotel terbaik dunia tahun ini, versi majalah wisata Travel + Leisure.

Properti Capella Hotels and Resorts menyabet peringkat pertama dalam kategori Hotel in the World 2020. Selain itu, Capella Hotels and Resorts menduduki peringkat dua dalam kategori Hotel Brand in the World.

Hebatnya lagi, hotel milik warga Indonesia ini bahkan baru berusia dua tahun, tepat pada 18 Juli 2020. Konon, perancang Hotel Capella Ubud terinspirasi dengan pemukiman penduduk Eropa awal di tahun 1800-an. 

CNN Indonesia menyebut, hotel ini memiliki lima tipe kamar yang menyembul di tengah pepohonan.  22 kamar lainnya rancang tanpa mengubah area hutan rimbun di Ubud yang juga dilintasi oleh Sungai Wos. 

Seluruh kamar dilengkapi dengan kolam jacuzzi yang menghadap langsung ke arah hutan dan persawahan hijau. Khusus The Lodge yang menjadi tipe paling mewah, dilengkapi juga dengan kolam renang.

Bensley sendiri mengaku menghabiskan masa kecil di kawasan Hutan Ubud dengan kegiatan berkemah, sehingga ia ingin membangun penginapan yang bernuansa tenda. Tiap Kamar di dekor dengan nuansa Indonesia, mulai dari seprei bermotif kain Bali sampai ukiran pintu bergaya Bali.

Khusus daun pintu, tim Bensley melibatkan para seniman Bali mengerjakannya dalam waktu kurang lebih setahun. Untuk mengisi perut, tamu bisa menikmati santapan di restoran Mads Lange, Api Jiwa, The Mortar and Pestle Bar, dan The Campfire.

Bagi tamu yang ingin spa atau menikmati ritual kesehatan khas Bali bisa langsung menuju Auriga. Capella Ubud juga menyediakan ruang bagi pasangan yang ingin menggelar resepsi pernikahan di tengah syahdunya hutan.

Tak heran jika para pengunjung yang ingin menikmati kenyamanan atas kemewahan berbalut alam di Capella Ubud harus merogoh kocek sekitar Rp12 juta per malam.

CEO Capella Hotels and Resorts, Nicholas M. Clayton menyebut, World’s Best Awards merupakan hasil dari penilaian para pembaca Travel + Leisure. 

“Perhotelan dinilai berdasarkan beberapa karakteristik. seperti kamar, fasilitas, lokasi, pelayanan, makanan, dan nilai,” lanjutnya.

Capella Hotels and Resorts dipuji karena menjadi ahli dalam perhotelan, dengan desain serta pengalaman yang dalam keramahtamahan. Para tamu di Capella diberi kesempatan untuk terjun dalam kehidupan masyarakat lokal berkat tim ahli Capella Culturist.

“Visi kami adalah untuk menciptakan tempat tinggal yang sempurna, yang hanya dimungkinkan karena dedikasi mereka dalam memberikan layanan personalisasi tingkat tinggi, serta pengalaman yang dikurasi dalam merayakan komunitas dan budaya mereka,” pungkasnya. (*)


share on: