Cek Kesiapan MotoGP Mandalika NTB

share on:
Layout Sirkuit Mandalika,  Lombok, Nusa Tenggara Barat.

UPDATEINDONESIA.COM- Jika tidak aral melintang perhelatan balap sepeda motor MotoGP Mandalika  dipastikan bergulir pada Oktober 2021. Berbagai fasilitas penunjang pun mulai dimatangkan.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Moh Faozal memaparkan kini sudah tersedia 900 unit homestay, 1.200 kamar hotel di KEK Mandalika, 6.500 kamar city hotel, 2.800 kamar di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat.

Ada pula 580 kamar di kawasan wisata Sekotong Lombok Barat dan hotel terapung di pelabuhan kapal pesiar Gili Mas, Sekotong. "Aksesibilitas menjadi penting untuk memangkas jarak tempuh dari penginapan ke sirkuit," katannya dilansir Tempo.co, Minggu, 25/10).

Selain itu, landasan pacu Bandara Internasional Lombok juga telah diperpanjang sejauh 3.300 meter supaya pesawat berbadan lebar bisa mendarat. “Beberapa eksekusi investasi pengembangan daerah penyangga, dan SOP event harus segera dituntaskan," tegas Moh Faozal.

Sebelumnya, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tengah membangun area sirkuit jalanan MotoGP seluas 130 hektar, yang terdiri 18 tikungan di lintasan sepanjang 4,32 kilometer.

Sirkuit ini berada di dalam KEK Mandalika seluas 1.175 hektar. Di kawasan itu juga terdapat pantai sepanjang 14,6 kilometer yang meliputi Pantai Seger, Pantai Tanjung Aan, hingga Pantai Gerupuk.

Tak hanya itu, Mandalika juga memiliki kapasitas Grandstand Seating yang mencapai lebih dari 50 ribu tempat duduk. Non-Seated Area alias tribun berdiri mampu menampung 138 ribu orang. Sementara area Hospitality Suites berkapasitas 7.700 penonton.

Bahkan tiket MotoGP Mandalika sudah laris terjual sejak 20 Januari 2020. Tercatat sejak pemesanan awal dibuka, sudah 3.000 tiket terjual. Indonesia sendiri pernah menjadi tuan rumah MotoGP sejak 1996 sampai 1997.

Kala itu, Sentul International Sirkuit jadi arena balapan. jumlah pembalap profesional pernah menjajal sirkuit yang terletak di Desa Sentul, Bogor, Jawa Barat itu. Sebut saja Michael Doohan, Tetsuya Harada, Masaki Tokudome, Max Biaggi, dan Valentino Rossi.

Namun seiring berjalannya waktu, Sirkuit Sentul makin dianggap tertinggal dan kalah bersaing dengan sirkuit internasional di negara-negara lain. Selain itu kondisi ini juga diperparah dengan efek Krisis Keuangan Asia pada 1997 yang berimbas di Indonesia. (*)


share on: