COVID-19 Makin Ganas, Bontang Siapkan PPKM/PSBB

share on:
Sekkot Bontang - Aji Erlinawati

Bontang- Pemkot Bontang, Kaltim bakal terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam mencegah lonjakan kasus Covid-19 di daerah itu.

PPKM mirip dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang selama ini berlaku di pulau Jawa-Bali. tetapi dengan sejumlah ketentuan baru untuk membatasi aktivitas atau ruang gerak masyarakat, seperti bekerja, beribadah, hingga wisata.

Langkah tersebut ditempuh Pemkot Bontang setelah melihat persentase jumlah kasus terkonfirmasi per Januari 2021 lebih tinggi dibanding tahun lalu. Begitupun jumlah korban yang semakin bertambah.

"Itu acuan kami memberlakukan PPKM," tutur Sekkot Bontang Aji Erlinawati seusai Rakor di Pendopo Rujab walikota, Senin (11/1) siang.

Ia menyebut teknis pemberlakuan PKM nantinya tidak mesti harus melalui Permendagri. Melainkan cukup dengan peraturan wali kota (Perwali).

"Perwali nomor 21 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan nanti akan direvisi. Namun mengenai syarat dan ketentuan yang tertuang di dalamnya masih dimatangkan," tegasnya.

Aji menegaskan, setelah aturan PPKM berlaku, Pemkot Bontang bakal memaksimalkan fungsi pengawasan Satgas Covid-19 di tiap kelurahan untuk mendata para pendatang.

Tidak hanya itu, jadwal jam pelayanan cafe-cafe, rumah makan, dan toko swalayan juga bakal dibatasi.

"Ancang-ancang dimulai pukul 21.00 malam sudah harus close semua. Karena aktivitas masyarakat kalau pagi sampai sore mungkin normal tetapi biasanya malam yang rawan timbul kerumunan," tuturnya.

Diketahui trend perkembangan kasus Covid-19 di Bontang dalam tiga hari terakhir mengalami lonjakan sebanyak 121 kasus. Dengan demikian total terkonfirmasi positif hingga 10 Januari 2021 telah mencapai 2.113 orang. 343 kasus aktif, 1.734 sembuh, dan 36 angka kematian. (*)


share on: