Dosen Unmul Ikut Nyelam Cari WNA Tiongkok, Kapten Li Dunguo

share on:
Para penyelam bersama Tim Terpadu dalam operasi pencarian Kapten Kapal HV HC UNITY, Li Dunguo

UPDATEINDONESIA.COM- Pihak Agency dari PT SSI menerjunkan tiga orang penyelam profesional untuk mencari Kapten Kapal HV HC UNITY, Li Dunguo (44) yang dilaporkan hilang saat berlabuh di Dermaga PT Indominco Mandiri akhir Desember lalu.


BM PT SSI (Serasi Shipping Indonesia), Ade Gunadi merincikan crew penyelam tersebut terdiri dari dua orang dosen Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan satu orang dari Bontang.


Mereka adalah Dr. Adnan, S.T., M.Si dan Dr. Muchlis Efendi, S.Pi., M.Si. Sedang penyelam asal Bontang atas nama Djarot. Ketiga penyelam tersebut ditugaskan untuk melakukan penyisiran di area lambung Kapal HV HC UNITY yang berlabuh untuk loading muatan batubara.


“Benar kami mendatangkan tiga orang penyelam profesional bersertifikasi rescue, sesuai instruksi walikota Bontang,” kata Ade saat dikonfirmasi, Jumat (13/1/2023) siang.


Ade menegaskan crew penyelam sudah melakukan tugasnya, Kamis 12 Januari kemarin. Sesi pertama dimulai pada pukul 10.50 - 11.40 Wita. Dilanjutkan sesi kedua dari pukul 13. 00 - 13. 50 Wita dengan kedalaman 10 - 15 meter dibawah permukaan laut. Namun hasil yang didapatkan tetap nihil.


“Langkah selanjutnya kami kembalikan ke pihak kepolisian. Kebetulan penyelaman juga disaksikan oleh BPBD, Polairud Polres Bontang, TNI AL,” tegas Ade.


Sebelumnya, Korlap Basarnas Kutai Timur Bongga Losong sempat membeberkan sejumlah kendala Tim SAR Terpadu selama operasi pencarian berlangsung. Salah satunya, minim informasi detail, apakah WNA Tiongkok itu terjatuh ke laut atau tidak?


"Jadi laporan yang kami terima hanya sebatas dugaan terjatuh ke laut. Tidak ada AKB yang melihat langsung penyebab kapten kapal itu menghilang," ujar Bongga.


Kapal HV HC UNITY berlabuh di Dermaga PT Indominco Mandiri, Bontang sejak 10 Desember 2022, setelah berlayar selama kurang lebih enam hari dari Pelabuhan Zhuhai, Cina.


Hingga 25 Desember, sang kapten kapal tanker yang berlayar dibawah bendera Hongkong ini dilaporkan menghilang. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Bontang. (*)