Dua ASN Di Bontang Terlibat Kasus Narkotika

share on:
Potret para pelaku peredaran narkotika yang melibatkan dua orang ASN di lingkup Pemkot Bontang (dok.BBN Kota Bontang)

UPDATEINDONESIA.COM- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan dua orang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Bontang dalam penggerebekan di kawasan Jalan R Suprapto, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (2/9) sore.

Mereka diantaranya FW alias AB (39) ASN Dinas Perkim dan AD alias AK (41) ASN Damkar. Sementara lima pelaku lain yang turut diamankan dalam penggerebekan tersebut antara lain RAS (32), DES (37), DY (40), AS (37), dan AH (57). Kelimanya merupakan karyawan swasta.

Plh Kepala BNNK Bontang, Kompol I Made Sukajana melalui Kasi Pemberantasan, AKP Winaryo menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat. Kemudian tim gabungan BNNK Bontang dan BNNP Kaltim menindaklanjuti laporan tersebut.

Setiba di lokasi pada pukul 15.00 Wita, petugas mendapati FW alias AB (39) serta tiga orang yang hendak membeli narkotika jenis sabu. “Setelah dilaksanakan penggeledahan ditemukan sebanyak tiga paket sabu yang dikemas ke dalam plastik klip siap edar beserta timbangan digital,” demikian pernyataan resmi AKP Winaryo kepada wartawan, Kamis (3/9/).

Selanjutnya, beber Winaryo, dari keterangan FW alias AB (39) diperoleh informasi bahwa sebagian barang haram tersebut dititip kepada RAS (32) yang beralamat di Jalan Makassar. “Disana tidak ada barang bukti yang ditemukan. Namun, setelah diinterogasi, RAS mengakui menitipkan lagi narkotika dari FW kepada tersangka DES,” terang Winaryo.

Tim kemudian bergerak menuju kediaman RAS (32) di Jalan Selat Bone Tanjung Laut. Saat digeledah, petugas menemukan 1 paket sabu seberat 24 gram. Selain itu, petugas menyita barang bukti lain dari para tersangka, antara lain dua buah timbangan digital, satu buah alat hisap sabu (bong), sembilan unit handphone, lima lembar buku tabungan, serta uang tunai sebesar Rp1 juta yang diduga sebagai hasil jual besi narkotika.

“Kami masih dalami dan pelajari dugaan keterlibatan jaringan narkoba dari Balikpapan," tegas Winaryo. (*)


share on: